Psycholove – Sixth Stadium

previous story…

Kyuhyun’s POV

”Hei, kau mau tahu cara cepat untuk menghilangkan jerawat?” tawarnya sambil menyenggol lenganku.

”Tidak!” balasku ketus.

”Benar tidak mau?”

”Hmm”

Aku tidak memperdulikannya yang masih merayuku. Aku tetap fokus pada PSP-ku. Tiba-tiba saja Yora langsung mengecup pipiku, membuat PSP yang kupegang jatuh ke pahaku.

”Nah, sebentar lagi jerawatmu pasti hilang!”

—o—-

Yora’s POV

”Nah, sebentar lagi jerawatmu pasti hilang!” ucapku tanpa tampang bersalah. Kyuhyun menatapnya tajam. Seram. Aku terdiam melihat tampangnya lalu menunduk.

”Ma-maaf, bercandaku kelewatan ya?” ujarku hampir tak terdengar. Aku meliriknya sebentar lalu kembali menunduk.

Sekarang suasana horor menyelimutiku. Aku memang bodoh, apa-apa aku menciumnya. Aish… Jeongmal paboya~

Aku merasakan sesuatu menyentuh pipiku. Dan yang aku lihat, KYUHYUN MENCIUM PIPI!!!!

Aku hanya bisa melebarkan mata saat dia menjauhkan wajahnya dariku lalu tersenyum jahil.

”Aku harus balas dendam karna kau menciumku sembarangan” ujarnya santai sambil memainkan PSP-nya lagi.

Aku memegang pipiku yang memanas. Sial, padahal aku yang mulai duluan. Kenapa jadi dia yang membuatku panas dingin.

Kyuhyun menoleh kearahku, dan membuatku salah tingkah.

”Aigoo, jangan memasang tampang syok seperti itu. Bukankah kita sudah biasa berciuman” godanya dan sukses membuat wajahku kembali memanas.

”Apa maksudmu kita sudah biasa berciuman!” tanyaku kesal. Kyuhyun memandangku masih dengan senyum jahilnya.

”Sudah jelaskan. Kita sudah 4 kali berciuman. Dua kali cium pipi tadi, dan 2 kali cium…”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajahku. Dan ya tuhan, bibirnya yang hanya beberapa senti dari bibirku membuat pikiranku melantur kemana-mana.

”Your lips..” ujar dan langsung membuat jantungku berdetak tak karuan.

Aku pikir setelah mengatakan itu dia akan tertawa puas sambil mengejekku. Tapi ternyata tidak, wajahnya masih didepan wajahku. Matanya menelusuri likuk wajahku. Dan nafasnya, ya tuhan. Tidak usah ku jelaskan bagaimana hembusan nafasnya diwajahku. Sesaat kemudian dia menempelkan bibirnya di bibirku.

Ya tuhan, aku benar-benar gila sekarang. Bibirnya benar-benar menempel di bibirku tanpa permisi. Yang harus aku lakukan adalah mendorong bahunya agar ciuman ini terlepas. Tapi, ciumannya lembut sekali.

Aku tidak bisa menguasai diriku dan akhirnya mengikuti gerakan bibirnya. Begitu terus selama beberapa saat sampai aku mendengar suara.

”Yora-sshi, Kyuhyun-a. Aku kembali!” teriak seseorang.

Kyuhyun yang sepertinya juga menyadari kedatangan seseorang langsung membebaskan bibirku dari bibirnya lalu memberi jarak pada duduk kami yang memang berdempetan.

Aku mengelap sisi bibirku sambil mengatur nafas.

”Eh? Sedang apa kalian?” tanya Donghae-oppa.

”Kami tidak sedang apa-apa” jawabku cepat. Donghae-oppa mengerut dahinya lalu melirik jam di pergelangan tangannya.

”Sudah jam makan siang. Bagaimana kalau kita makan bersama?” ujar Donghae-oppa. Aku menganguk cepat. Ya tuhan aku jadi salah tingkah.

”Annyeong, Donghae-ya. Bagaimana kalau kita makan siang bersa..”

Seorang wanita memasuki ruangan Donghae-oppa. Dan kata-katanya terhenti saat melihatku. Aku pun syok melihatnya disini.

”Hai, Jill. Kebetulan sekali kau datang. Aku mau makan siang bersama Kyuhyun dan Yora. Kau mau ikut?” tanya Donghae-oppa. Suasana menjadi hening. Jillie melirik Kyuhyun dan aku bergantian.

”Aku tidak mengganggu acara kalian?”

”Tentu saja tidak. Ayo kita makan!!”

Aku segera berdiri lalu mengikuti langkah Donghae-oppa dan Jillie didepanku. Melihat Jillie sedikit melirik kearahku lalu tersenyum menyebalkan. Aish…

Tiba-tiba Kyuhyun sudah berada disampingku. Aku mencoba menenangkan diriku saat kejadian tadi melintas dipikiranku.

”Maaf soal yang tadi. Aku tidak bisa menahan diriku” ujar Kyuhyun dengan nada suara rendah.

”Ti-tidak apa-apa. Aku juga yang salah” jawabku gugup. Kami berjalan berdampingan. Tidak saling berbicara apalagi menatap.

”Hei, kalian lambat sekali jalannya!” teriak Donghae-oppa yang ternyata sudah berada didalam lift. Tiba-tiba Kyuhyun menarik tanganku, membuat ku sedikit kaget.

”Ayo, nanti Donghae-hyung meninggalkan kita” ujar Kyuhyun masih memegangi tanganku. Aku menganguk pelan lalu mengikuti langkahnya menuju lift.

—–o—–

Kami sampai direstoran. Kyuhyun memesan meja yang terpisah dari Donghae-oppa dan Jillie.

”Kenapa kau memesan meja terpisah dari Donghae-oppa” tanyaku saat menunggu pesanan kami tiba.

”Aku malas melihat wajah Jillie” ujar ketus.

”Kau benar-benar benci dengan Jillie?” tanyaku hati-hati. Kyuhyun menatapku seolah-olah itu pertanyaan yang tidak perlu dijawab.

”Aku sangat membencinya. Kenapa Donghae-hyung mau saja dekat-dekat dengannya”

Aku tertawa kecil melihat wajahnya yang merengut. Kyuhyun menatapku lekat, membuat tawaku terhenti. Dia mengulurkan tangannya lalu menyentuh ujung bibirku.

”Lipstick mu berantakan” ujarnya sambil mengelap sisi bibirku dengan jempolnya. Wajahku memanas seketika.

”Go-gomawo”

—-o—-

Kyuhyun’s POV

Aku mengantarnya ke lokasi pemotretannya setelah kami selesai makan siang. Aku lihat Donghae-hyung juga mengantar Jillie ke lokasi yang sama. Aish… jadi Yora dan Jillie satu manajemen.

”Yora-ya, kau tidak usah dekat-dekat dengan si Jillie itu. Dia agak sedikit gila” ujarku sebelum Yora turun dari mobil. Yora mengerut dahinya lalu tertawa kecil.

”Aku tahu dia sedikit memiliki kelainan jiwa”

”Yasudah, pergi sana!”

Yora memang tampang cemberut saat aku mengusirnya, membuatku tidak tahan untuk mengacak rambutnya.

”Yaaaa, kau hobi sekali mengacak rambutku! Yasudah, aku pergi” ujarnya lalu turun dari mobil. Aku memandang punggung yang semakin jauh lalu tersenyum seperti orang gila. Ya, aku memang sudah gila. Gila karna nya.

—-o—-

Yora’s POV

Aku merebah tubuhku diatas kasur. Melelahkan sekali. Seharian ini aku mengikuti fashion show seorang perancang busana terkenal.

Drttt..drtttt…

Ponselku bergetar. Dengan malas aku mengambil ponselku dan langsung menekan tombol hijau untuk menjawab telpon tanpa melihat siapa yang menelponku malam-malam begini.

”Yeoboseyo?” sapaku malas.

”Yeoboseyo, Yora-ya?” aku terkejut mendengar suara diseberang sana.

”Ahh, Kyuhyun-a. Ada apa telpon malam-malam begini?”

”Ehm.. aku menganggu mu ya?”

”Ani..ani”

”Yora-ya, bisa tidak kau ketaman dekat apartmentmu. Aku ada disana. Aku ingin memberi tahu sesuatu”

”Eh? Sekarang?”

”Iya. besok sudah tidak ada waktu lagi”

”Errr… baiklah. Kau tunggu disana”

Aku mematikan sambungan telpon lalu mengambil jaket dan langsung keluar kamar. Aku berjalan keluar apartmentku dan langsung menuju taman yang dimaksud Kyuhyun.

Aku menemukannya sedang duduk di ayunan kecil ditaman itu. Aku mendekatinya.

”Kyuhyun-a. Ada apa memanggilku malam-mam begini?” tanyaku langsung. Dia mendongak lalu berdiri menghadapku.

”Kau sudah datang? Aku ingin memberi tahu sesuatu,”
”Apa?”

Tiba-tiba angin kencang menderah tubuhku yang hanya memakai baju tidur biasa.

”Kenapa tidak pakai jaket? Malam inikan banyak angin!” marahnya.

”Aku takut kau menunggu lama tadi”

”Aish… kau ini bodoh sekali”

Kyuhyun melepas jaketnya lalu menggantungkannya dibahuku. Aku bisa mencium wangi tubuhnya saat dia memasangkan jaket itu padaku. Aish… gila, wanginya langsung menyeruak kedalam hidung.

”Go-gomawo..” ucapku gelagapan. Kyuhyun tersenyum sejenak padaku. Membuatku salah tingkah.

”Ohya, kau mau memberi tahuku apa?” tanyaku kembali ketopik.

”Errr… besok aku akan pergi kejepang. Konser asia tour ku selanjutnya kesana. Jadi, seperti kita tidak akan bertemu lagi selama beberapa minggu ini” ujarnya dengan nada sedikit parau.

”Ohh, kenapa baru bilang sekarang?”

”Aku… hmm.. kemarin-kemarin aku tidak sempat memberi tahumu. Mianhae”

”Oh… gwaenchana. Ada lagi yang ingin kau katakan?”

”Ani..” jawabnya singkat. Aku menganguk lalu melepaskan jaketnya dan memberikan padanya.

”Kalau begitu aku boleh pulangkan? Sampai jumpa dua minggu lagi” ujarku lalu membalik tubuhku menuju apartment.

Tanganku tiba-tiba tercekat. Aku baru hendak berbalik mencari tahu siapa yang menghentikan langkahku. Tapi dengan satu hentakkan tubuhku langsung terdorong ke depan hingga aku merasakan wajahku jatuh disesuatu yang hangat.

Aku membuka matu yang reflek tertutup tadi. Dan terkejut melihat aku berada dipelukkan Kyuhyun!!

”Kyu-Kyuhyun-a… apa yang kau… lakukan?” tanyaku gelagapan.

”Pelukkan selamat tinggal” balas Kyuhyun santai. Wajahku memerah.

”Pelukkan selamat tinggal? Memangnya kau mau pergi bertahun-tahun lamanya?” ujar ku ketus. Kyuhyun hanya diam dan terus memelukku.

”Aku lelah Yora-ya, aku perlu tempat bersandar” ujar Kyuhyun pelan setelah terdiam beberapa detik.

”Kan ada Donghae-oppa”

”Kau mau image ku hancur karna memeluk Donghae-hyung seperti ini?”

”Ohya, aku lupa kalau kau pernah dikabarkan gay. Hehe” ujarku cengengesan. Kyuhyun menundukkan wajahnya mencoba menatapku. Ya tuhan, wajahnya dekat sekali.

”Kau mau jadi tempat bersandarku?” tanya Kyuhyun menatapku. Aku berpikir sebentar, lalu menganguk.

”Ya, silahkan saja”

”Gomawo, Yora-ya”

Kyuhyun memelukku lebih erat dan memendamkan wajahnya di bahuku. Aku ikut melingkarkan lenganku di pinggangnya.

Sepertinya pelukkan ini akan lama.

”Ehem… dilarang berpelukkan tengah malam”

Suara seseorang mengagetkan ku. Aku dan Kyuhyun buru-buru melepaskan pelukkan kami. Aku melihat Sanghyun-oppa tersenyum menatap kami dari dalam mobilnya. Sepertinya dia baru pulang kerja. Aduh, wajahku pasti memerah sekali.

”Haha~ sebaiknya kau cepat masuk dongsaeng-ah. Hari semakin malam. Bilang pada pacarmu itu pelukkannya dilanjutkan besok saja” ujar Sanghyun-oppa sambil cengengesan lalu melengoskan mobilnya begitu saja. Oppa suka sekali menggodaku!!

”Errrr, sepertinya Sanghyun benar. Ini sudah malam, lebih kita pulang ke tempat masing-masing” ujar Kyuhyun tersenyum lalu mengacak rambutku pelan.

Dia menarikku sampai kedalam basement gedung apartment. Dia melepaskan tangannya dari ku.

”Hati-hati nanti dijepang” ujarku lalu membungkuk sebentar. Kyuhyun tersenyum lalu menganguk.

Tiba-tiba dia mencondongkan tubuhnya lalu mengecup dahiku. Wajahku kembali memerah dan kali ini terasa lebih panas.

”Baik-baik disini. Saat aku pulang nanti, kau adalah orang pertama yang kutemui. Otte?”

——-o——-

”Yora-ya!”

deg…

Aish…. manager ku ini menggangu saja. Aku kan sedang asyik melamun. Mau tahu melamun apa?? Rahasia…..

”Yora-ya, pak directur bilang model perusahaan kita akan dipakai untuk fashion show designer terkenal di Jepang”

Aku menghentikan topangan daguku mendengar perkataan manager-onnie.

”fashion show designer Jepang? Berati kita akan ke jepang?” tanyaku tak sabaran. Manager-onnie menganguk.

”Tapi hanya sebentar. Mungkin dua atau tiga hari” lanjut manager-onnie. Aku langsung tersenyum senang.

”Kenapa kau jadi senyum-senyum begitu?” tanya manager-onnie. Aku baru akan membuka mulutku sebelum manager-onnie menyela.

”Arra, kau bisa bertemu Kyuhyun, kan?”

”Kenapa onnie bisa menyimpulkan hal itu?”

”Itu semua terlihat sejelas di wajahmu Yora. Di wajahmu tertuliskan kau merindukannya”

Aku menatap manager-onnie dengan tatapan ragu.

”Perasaan wajahku tidak ada coretan”

”Aish…. aku capek bicara dengan anak kecil sepertimu” cetus manager-onnie. Aku mengerucut bibirku.

—–o—–

Hari ini aku berangkat ke Jepang bersama manager-onnie dan teman-teman modelku yang lain. Aku sudah berada didalam pesawat menunggu take off. Dan kalian tahu aku duduk disebelah siapa? Jillie Jo.

”Yora-sshi, bukankah Kyuhyun ada di Jepang?” tanyanya tiba-tiba. Aku berguman pelan.

”Hmm… pasti kau akan menemuinya. Iyakan Yora-sshi?”

”Apa urusanmu?” balasku ketus. Jillie tertawa keras sampai beberapa penumpang pesawat melihatinya.

”Tenang saja, aku tidak akan merebut Kyuhyun darimu. Aku sedang mengincar hyungnya. Kau tahu? Lee Donghae jauh lebih tampan dari dia. Haha”

”Yasudah, itu bagus!”

Aku mengalihkan wajahku ke luar jendela. Dasar genit, awas saja kalau dia sampai meracuni Donghae-oppa.

—–o——

Kyuhyun’s POV

Aku sedang istirahat dari latihan konserku lusa nanti. Lelah sekali rasanya. Setelah kemarin datang ke beberapa station TV dan sekarang latihan untuk konser.
Aku mengeluarkan ponselku dari saku. Aku mau menelpon Yora. Sudah lama setelah seminggu lebih tak mendengar suara. Ya, aku sangat sibuk hingga tak bisa menelponya.

Aku menekan nomor spend dial yang langsung tersambung ke nomor telpon Yora. Beberapa detik kemudian seorang wanita menjawab, bukan Yora tapi orang lain.

”Aish… mailbox!” erangku kesal. Tumben aku menelponnya mailbox. Kemana dia?

Aku kembali menghubungi telpon apartmentya. Tidak ada yang mengangkat. Dia kemana? Ponselnya tidak aktif, dan sepertinya dia tidak ada dirumah.

Aku mulai cemas ini. Bagaimana kalau dia kenapa-napa. Atau dia di culik oleh stalkerku dan…dan dikurung di gudang tanpa makan dan selimut dan dia…

Aish…. pemikiranmu terlalu berlebihan Cho Kyuhyun. Mungkin ponselnya lowbat dan dia sedang tidak ada dirumah. Haha~ ya pasti begitu. Semoga…

—-o—-

Yora’s POV

Aku sudah berada di hotel teman para kru dan model perusahaanku menginap. Sekarang aku sangat sebal dengan perusahaan. Kenapa aku harus sekamar dengan Jillie!! Menyebalkan.

Aku membaringkan tubuhku di kasur milikku. Aku melihat Jillie sedang masuk kamar mandi. Aku mendesah pelan lalu mencari ponselku ditas.

Aku mengaktifkan ponsel. Aku agak terkejut saat layar ponselku menerakan beberapa telpon tak terjawab. Dan Kyuhyun pelakunya.

Tumben dia menelponku. Ya, beberapa hari setelah dia pergi Jepang dia memang tidak pernah menelponku. Begitu juga aku, bukannya apa tapi gengsi dong telpon duluan! Dan satu lagi, aku tidak memberi tahunya kalau aku pergi ke Jepang. Hehe, aku ingin memberi surprise!

”Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” suara seseorang mengagetkanku. Aku menoleh ke kasur sebelah. Jillie memperhatikanku dengan satu alis tertarik keatas.

”Anni” tanggapku singkat.

”Kau sedang sms dengan Kyuhyun-oppa ya?” tanya Jill tiba-tiba. Aku menoleh cepat kearahnya.

”Iya atau tidak, apa urusannya denganmu?” jawabku ketus.

”Aish… aku hanya bertanya! Yasudah, aku juga mau sms dengan Donghae-oppa” dia membalik tubuhnya hingga memunggungiku. Aku mendengus pelan lalu ikut membalik tubuhku.

——o——

Kyuhyun’s POV

Sekarang sedang gladiresi. Aku duduk dibelakang grandpiano hitam sambil menekan-nekan tutsnya.

”Kyuhyun-a, kau boleh istirahat sebentar” teriak Donghae-hyung dari kejahuan. Menghelah nafas lega lalu berdiri, berjalan ke backstage.

Aku duduk di kursi yang telah tersedia khusus untukku. Gladiresi ini benar-benar menguras tenaga.

”Butuh minum?” ujar seseorang sambil nyodorkan botol minum mineral.

”Maaf, aku tidak minum air minum botolan” balas malas. Tapi memang kenyataannya begitu. Tenggorokkan ku sering sakit jika minum air botolan seperti itu.

”Kalau begitu, ini” orang itu kembali menyodorkan minum. Kali ini dengan wadah air minum (kayak tupperwere gitu).

”Ahya, gomawo” aku langsung menerimanya dengan senang hati.

”Cheon, Kyu..”

Aku baru membuka tutup air minum itu. Tiba-tiba aku baru menyadari sesuatu. Suara orang itu seperti suara….

Aku menoleh cepat kesampingku. Dan Yora ada dihadapanku. Yora??

”Yora-ya?” panggilku tak percaya.

”Hai, bagaimana kabarmu?”

”Baik”

Kami terdiam sejenak. Hanya ada suara ribut-ribut para kru. Lalu beberapa detik kemudian aku baru tersadar.

”Yak! Kenapa kau bisa ada disini?!” teriakku baru connect.

”Haha~ loadingmu lama sekali ya? Hehe, nanti malam aku ada fashion show bersama teman-teman yang lain” jelasnya sambil cengengesan. Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Aku masih tak percaya dia ada didepanku.

”Hei, tenang saja. Kau tidak sedang migau kok” ujar Yora sambil mengibaskan tangannya didepanku.

Aku mencoba mengatur nafasku yang masih naik turun. Aku berdiri lalu menarik tangannya dan memeluknya.

——o——

Yora’s POV

Aku melihat Kyuhyun duduk di kursi yang disediakan khusus untuknya. Aku mendekatinya diam-diam sambil membawa dua botol minum. Satu botol air minum biasa, satunya lagi botol tupperwere (aku gak tau mau nyebut apa lagi).

Aku tahu dia tidak suka minum air botolan. Karna dia pernah bilang tenggorokkannya sakit karna minum air botolan itu.

”Butuh minum?” ujarku sambil nyodorkan botol minum mineral.

”Maaf, aku tidak minum air minum botolan” balas cuek tanpa menoleh kearahku. Aku menahan tawa ku lalu mengulurkan minum yang lain.

”Kalau begitu, ini”

”Ahya, gomawo” Dia langsung menerima minum yang kuberikan. Masih tanpa melihatku. Sepertinya dia belum sadar.

”Cheon, Kyu..”

Kyuhyun membuka tutup air minum itu. Tapi gerakkannya terhenti sejenak. Lalu dia menoleh cepat kearahku. Menatapku dengan tatapan tak percaya.

”Yora-ya?” panggilnya parau.

”Hai, bagaimana kabarmu?” tanyaku basa-basi.

”Baik”

Kami terdiam sejenak. Kyuhyun masih memandangiku dengan tatapan yang sama. Lalu beberapa detik kemudian dia baru tersadar.

”Yak! Kenapa kau bisa ada disini?!” teriaknya keras.

”Haha~ loadingmu lama sekali ya? Hehe, nanti malam aku ada fashion show bersama teman-teman yang lain” ujarku sambil cengengesan.

Kyuhyun mengerjapkan mataku berkali-kali. Sepertinya dia masih belum percaya. Haha~ ekspresi wajahnya lucu sekali.

”Hei, tenang saja. Kau tidak sedang migau kok”

Setelah aku mengucapkan itu, tiba-tiba dia langsung berdiri dan memelukku. Mataku langsung melebar.

”Kyuhyun-a, tolong lepaskan pelukkanmu. Disini banyak orang simpang siur. Bagaimana kalau Donghae-oppa melihat” pintaku memelas. Kyuhyun malah mengeratkan pelukkannya.

”Bogoshipoyo” ucapnya tepat ditelingaku.

”Aish… bicaramu seperti kita tidak bertemu bertahun-tahun lamanya saja. Cepat lepaskan aku!”

”Aku serius. Aku merindukkanmu” ujarnya tanpa melepas pelukkannya.

”Ne, arraseo. Tapi lepaskan dulu pelukkanmu!”

”Tidak mau. Biarkan seperti ini lebih lama”

——o——

Aku dan Kyuhyun duduk dikursi taman didekat stadion tempat pelaksanaan konser Kyuhyun. Aku menyesap secangkir kopi di tanganku, begitu juga dengannya.

”Sejak kapan kau disini?” tanyanya membuka suara.

”Hmm…. siang kemarin” jawabku santai. Kyuhyun menoleh cepat kearahku.

”Siang kemarin? Kenapa kau tidak memberi tahuku? Aku kira kau kenapa-kenapa di korea, karna saat aku menelponmu kau malah tak mengangkatnya”

”Ahaha, mianhae. Kau kan sangat sibuk jadi aku tidak memberi tahumu” ahaha bohong sebenarnya.

”Setidaknya jangan buat aku khawatir” ucapnya pelan. Sekarang aku yang menoleh cepat ke arahnya.

”Kau… khawatir denganku?” tanyaku ragu.

”Tentu saja, aku kira kau diserang oleh stalkerku dan mereka mengurungmu digudang. Kalau itu sampai terjadi bagaimana?”

Aku memutar bola mataku. ”Imajinasi mu terlalu jauh, Kyu. Tenang saja aku bisa jaga diri”

”Kau itu wanita , apa yang bisa dilakukan wanita selain menjerit dan minta tolong. Lain kali beritahu aku kalau kau akan kemana-mana” ujarnya yang sukses membuatku jengkel. Dia pikir wanita selemah itu apa??

”Aish… gaya bicara mu seperti ibu ku saja. Baiklah lain kali aku akan melapor denganmu”

”Haha, apa kau bilang tadi? Gaya bicaraku seperti ibumu? Tidak yang lain?” tanyanya yang menurutku topik pembicaraannya melencong ke topik lain.

”Tidak, memangnya kenapa?” tanyaku bingung.

”Tidak, maksudku mungkin seperti pacarmu”

”Pacar? Aku mana ada pacar, Kyuhyun-a”

”Aku?” ucapnya santai. Aku kembali memutar bola mataku dan mendengus pelan.

”Berhentilah menggodaku. Kita hanya kekasih palsu tahu!” ujarku ketus. Dia terdiam sejenak lalu meletakkan cangkir plastik ditangannya di pegangan kursi disebelahnya.

”Hmm… bagaimana kalau kita jadi kekasih sungguhan saja?”

Aku melebarkan mataku lalu menatap Kyuhyun yang tengah menatapku juga.

”A-apa kau bilang tadi?” tanyaku memastikan. Dia mengangkat bahunya dengan santai.

”Jadi kekasih sungguhan. Bagaimana?”

”Ah?? Bercandamu benar-benar garing, Kyu” ucapku menenangkan diri. Jantungku tiba-tiba berdegup kencang karna nya.

”Bercanda? Memangnya aku pelawak?”

Aku menggeleng pelan lalu membuang muka ku darinya.

”Dasar nappeun namja” umpatku pelan.

”Apanya yang nappeun namja? Aku sedang menyatakan perasaanku padamu kau malah mengataiku nappeun namja” protesnya. Aku mencoba berpikir jernih, pasti dia mengerjaiku.

”Kau gila! Michyeoseo!!” teriakku emosi.

”Memangnya kenapa? Kau tidak suka denganku?”

”Hubungan kita hanya sebatas kontrak. Jangan membuatku terbang ke awang-awang!” ucapku pelan.

”Terbang ke awang-awang? Berarti kau juga menyukaiku ya?” godanya lagi. Wajahku langsung memerah.

”Tidak!”

”Haha~ mengaku saja. Wajahmu memerah, jagi”

”Kau panggil aku apa tadi?!” teriakku keras lalu memukul tubuhnya berkali-kali. Tiba-tiba dia menahan tanganku hingga pukulanku berhenti. Dia manatapku sambil tersenyum, membuat wajahku kembali memerah.

”Saranghae, Yora-ya. Neo?”

Aku menelan ludahku dengan susah payah. Wajahku hampir meledak saking panasnya mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya. Ya tuhan, dia bercanda atau memang benar-benar menyatakan cinta padaku.

”Mi-michyeoseo” ucapku parau.

”Aish… kau tidak pernah ditembak laki-laki lain ya? Dimana-mana kalau orang menyatakan cinta itu balasannya, aku juga mencintaimu atau aku tidak mencintaimu. Mana ada yang balas michyeoseo”

”Michyeoseo!! Michyeoseo!! Michyeoseo!!!” aku kembali memukul tubuhnya. Aku mendengar dia tertawa keras lalu tanpa aba-aba dia langsung menahanku dipelukkannya.

”Ya, terserah kau mau menganggapku gila atau apa. Tapi kau juga menyukai ku kan?”

”Dari mana kau dapat menyimpulkan kata-kata itu?!”

”Dari tingkahmu. Ayolah Yora-ya, kau tidak menyadari bahwa kau terlalu terhanyut dalam sandiwara kita?”

”Michyeoseo” ucapku untuk sekian kalinya. Tidak ada kata-kata lain yang dapat ku ucapkan selain itu.

”Bukan michyeoseo tapi nado saranghae”

”Michyeoseo…” Nadoo saranghae

——o——

Kyuhyun’s POV

Aku tersenyum sendiri mengingat kejadian siang tadi. Pernyataan cinta yang bodoh. Haha, aku juga bingung sendiri kenapa aku langsung mengatakan itu padanya. Yang jelas aku sudah lega sekarang, ya walaupun dia tetap saja mengatakan michyeoseo padaku. Tapi aku tahu kalau dia juga menyukai ku. Aku terlalu percaya diri? Masa bodohlah. Yang pasti aku tidak akan membiarkan siapapun memiliki selain aku.

”Kyuhyun-a, aku keluar sebentar ya” teriak Donghae-hyung yang langsung membuyarkan pikiranku.

”Hyung mau kemana malam-malam begini. Besokkan kita akan sibuk seharian untuk konserku”

”Sebentar saja, aku mau menjemput seseorang”

”Seseorang? Siapa?” tanyaku bingung.

”Rahasia. Hehe”

Donghae-hyung keluar begitu saja dari kamar hotel. Akhirnya-akhir ini dia memang terlihat berbeda. Seperti di mabuk cinta. Hallahh, kata-kata ku menjijikkan sekali. Tapi aku bingung, siapa yang bisa membuat Donghae-hyung jadi seperti itu? Wanita itu pasti hebat sekali bisa menaklukan jiwa playboy Donghae-hyung. Haha~

Aku melirik ponsel disampingku. Ahaha, aku mau menelpon Yora. Dia masih memanggil gila tidak ya?

Aku menekan tombol spend dial. Lama sekali dia mengangkat telponku. Apa dia malu? Keke~

”Yeoboseyo?” sapaku saat dia menjawab telponku. Bunyi bising langsung menyerang telingaku.

”Kenapa kau menelponku, orang gila?” balasnya agak berteriak. Aku tersenyum hambar. Dia masih saja memanggilku gila.

”Kau ini, jangan membuatku patah hati. Bicaralah yang lembut dengan pacarmu ini” godaku sambil terkekeh. Tidak ada jawaban darinya dan hanya terdengar suara-suara bising yang memekak kan telingaku.

”Yora-ya, kau masih disana?”

”Ahh, iya-iya”

”Disana bising sekali. Kau ada dimana sih?” tanyaku agak berteriak, karna takutnya dia tidak mendengar ucapanku. Disana super bising.

”Aku kan sudah bilang padamu siang tadi, malam ini aku ada fashion show” balas juga berteriak.

”Ahya, aku lupa soal itu. Acaranya masih lama?”

”Anni, sebentar lagi selesai. Ini sedang menutupan”

”Perlu aku jemput?” dia terdiam sejenak. Apa dia tidak dengar? Aku baru mau mengulang kata-kataku tadi sebelum dia menyela.

”Ti-tidak usah. Besok kau kan sibuk konser, lebih baik kau istirahat saja. Lagi pula, perusahaan kami kan sudah menyewa bus untuk mengangkut kami”

Aku terkekeh pelan. ”Wah, ternyata pacarku perhatian sekali”

”Berhenti menggodaku!” ucapnya ketus.

”Hehe, arraseo. Errr… besok kau ada kegiatan?”

”Ehm, tidak tahu. Mungkin besok aku sudah harus pulang ke korea”

”Yaaa, cepat sekali!” rutukku sebal.

”Tentu saja, aku kan hanya fashion show semalam” balasnya santai. Aku berpikir sebentar, dia mau tidak ya datang ke konserku.

”Errr… Yora-ya, kau bisa datang ke konserku tidak?” tanyaku ragu.

”Ehh?? Untuk apa? Menyusahkan aku saja”

”Kau jahat sekali!”

”Ahahaha, iya nanti aku tanya dulu dengan managerku”

”Gomawo, jagi!” ucapku sambil menahan tawa.

”Berhenti memanggilku dengan kata itu!” sedetik kemudian dia memutuskan sambungan telponnya. Ahaha, aku tidak bisa berhenti untuk menggodanya.

——-o——-

Donghae’s POV

”Hai, Jill. Sudah lama menunggu?” tanyaku saat menghampiri Jillie di backstage.

”Anni, oppa. Acaranya baru saja selesai” balas sambil tersenyum. Aku membalas senyumannya lalu menganguk.

”Baguslah kalau begitu”

”Donghae-oppa?” panggil seseorang. Aku menoleh kesampingku, ternyata Yora.

”Kenapa Donghae-oppa bisa ada disini?” tanyanya dengan raut wajah bingung.

”Aku menjemput Jillie” balasku cengengesan.

”Ohh, bukannya besok Kyuhyun ada konser? Kenapa tidak istirahat saja?”

”Donghae-oppa kan hanya menjemputku saja” sambung Jillie dengan nada ketus.

”Ahya, arraseo. Yasudah, aku masuk bis dulu” ujar Yora tak kalah ketus dengan Jillie lalu meninggalkan kami.

”Sudahlah oppa, tidak usah pedulikan dia. Dia itu iri dengan kita karna Kyuhyun tidak mau menjemputnya”
Hah, tentu saja Kyuhyun tidak mau jemputnya. Kyuhyun kan paling malas kalau disuruh-suruh hal yang tidak penting. Apa lagi disuruh jemput atau mengantar seseorang yang tidak dia kenal, Yora kan bukan siapa-siapa nya. Mereka hanya kekasih palsu.

Aku dan Jillie memasukki mobilku lalu berjalan dengan tenang ke hotel tempat Jillie menginap.

”Oppa, besok aku boleh datang ke konser Kyuhyun?” tanya Jillie.

”Ehm, memangnya kau tidak ada kegiatan besok?”

”Anni, besok aku free”

”Yasudah, kau datang saja besok. Kru yang lainkan sudah melihatmu di thailand, pasti kau diperbolehkan masuk”

”Gomawo oppa!”

——o—–

Yora’s POV

Aku membaringkan tubuhku ke kasur empuk. Hah, lelahnya setelah catwalk memakai highheels yang menyeramkan tadi. Tingginya rata-rata 7cm, mereka ingin membuat kaki ku keseleo apa??

Ahya, aku baru ingat Kyuhyun memintaku datang ke konsernya. Menyusahkan sekali. Pasti dia akan menggodaku lagi kalau aku datang kesana.

”Onnie!” panggilku pada manager-onnie. Dia juga sedang guling-gulingan di kasur Jillie, karna Jillie belum pulang.

”Apa?” balasnya malas.

”Besok kita sudah harus kembali ke korea ya?”

”Iya, memang kenapa?”

”Anni, Kyuhyun menyuruhku untuk datang ke konsernya besok. Boleh tidak aku izin sehari”

”Waa, semakin hari kalian semakin mesra saja” ujar manager-onnie sambil menahan senyumnya.

”Apanya yang mesra? Aku sebenarnya malas datang ke konsernya. Aku kan mau tiduran di kasur apartmentku”

”Tapi kau tetap menuruti perintahnya kan? Itu berarti kalian saling peduli”

”Berhenti menggodaku, onnie!” teriakku kesal. Manager onni langsung cengengesan.

”Iya, iya. Besok sih sebenarnya para model di beri libur satu haru untuk istirahat. Jadi terserah kau mau ikut pulang ke korea atau tidak”

”Benarkah? Kalau begitu aku nanti saja pulangnya”

”Hmm… tapi biaya kamar dan pesawat tanggung sendiri”

”Ya, aku tahu. Aku akan meminta Kyuhyun yang membayarnya. Hahaha”

”Kau ini”

—–TBC—–

Hal yang sangat tidak terduga karna Kyuhyun menyatakan cintanya di part ini tanpa ba-bi-bu. Ahaha, ga papa lah. Entar part selanjutnya aku mau mereka make a sweet moment in japan. Kalo kesampaen sih, tapi sayangnya hari ini pas banget di jepang udah musim panas -,- maunya sih mereka romantic scene di bawah pohon sakura (muntah ngebayanginnya)

ya udah, tunggu aja next part.

Tag:, , , ,

26 responses to “Psycholove – Sixth Stadium”

  1. OnlYurin says :

    Waaa kyuhyun sm yora sweet bnget .. Jdi ngiri aku *mupeng*
    Part slnjutx di tggu yaaa~ lbh sweet lbh bgus ^^
    Critax daebak .. Aku suka bnget .. Pas bcax senyum2 mulu ..

  2. Kim Ryeona KRSY says :

    Bagus

  3. Rizky almadinah says :

    Wah keren banyak adegan2 romantisnya kissue2 itu haha kerenlah onnie!! Next part lebih romantis ya hehe

  4. naraya says :

    Akhirnya publish juga T.T hehehehe

  5. Jaeni Herouni says :

    waaaahhh,,,
    dah saling suka rupax.
    bagus lah jadi pasangan beneran.

    d tnggu next part…!

  6. orriza says :

    Ijin share ya?
    Komentar2 utk penampilan perdana Cherry Belle bertolak belakang dengan 7icons… Tanya kenapa?
    Temukan jawabannya hanya di :

    http://storyza.wordpress.com/2011/06/20/komentar2-utk-cherrybelle-bertolak-belakang-dgn-7icons-tanya-kenapa/

  7. Zenight says :

    Uwwo akhirnya kelar juga bacanya…
    Ah.. Daebak eonnie..
    D tunggu next part nya..

  8. sparkyura says :

    Chinguuuuuu~~~
    akhirnya publish juga, setelah sekian lama mondar-mandir di blog ini kkk~

    keren aigooo
    kyuhyun ora ada romantisnya euy
    masa nembaknya kyk gtu wkwk

    daebak lah pokoknya…
    next part ditungguuuuu

  9. autumnsnowers says :

    Akhir.y publish jg. . . Stlh penantian pnjang hehe. .

    Just 1 word :: Kereen!!
    udh pd mulai saling suka ><
    ditunggu next chap

  10. yati says :

    akhirx publish jg….
    Sng bngt ma kyu ‘n’ yoora…
    Jill i2 hax mmanfaatkan donghae ya…
    Klw iya, dsr yoeja jht ckckck….

  11. dddanger says :

    ih asik part ini…adegannya lucu-lucu (?)
    terus, bagusnya jillie udah ga ganggu hehehe…
    next part ada apa ya? ^^

  12. Ms.ParkChoLee says :

    Yuhuw…akhrnya keluar..

    Saeng, itu kisseu2nya banyakin lg dnk..
    Hahaha #yadong mode..

    Hmm,itu jinlie bner2 sm hae?? *aku ga rela manggl dia jillie, hahaha*

    aigoo..greget aku bc part ini..
    Wkwkwk

    udh dlu ah nyampahnya…baaiii…

  13. haehae says :

    wah akhirnya di publish juga..
    nggak sabar next part nya gimana..
    ditunggu thor lanjutannya🙂

  14. shaaaaw says :

    hohohohohoho akhirnya ini ff keluar juga setelah menunggu lama😀
    aishh yoorany malu malu tapi mau nih wkwkwk :p
    lanjut aja ya thor buat mereka makin mesra heheh😀

  15. Angel li says :

    Eh? Sudah post ya?? Baru nampak hr ini. Hehe..

    Wuih, suka bgt sama scene yg kyu bilang, ‘lipstick mu berantakan’ sambil mengelap ujung bibir yoora. Omo~ tidak bs membayangkan. Sweet habis.😀

    Jillie pura2 deket sama haeppa pasti buat bs deket sama kyu. Dasar cewe licik.*sok tau.😄

    Lanjut~ ga sabar lanjutannya.😀

  16. leehana13 says :

    Yora babooooo….\
    mana ada orang nembak jawabannya “michioseo” aigoo~
    hahahaha..
    Kyu sabar ya punya yeoja kaya Yora..
    oh iya itu si Jill bnran g ngincar Kyu lagi??
    masasih??
    pnasaran euy..
    lanjutannya ditunggu n jagan lma2 ya..
    Gomawo~

  17. JINELF says :

    yyyyeeeeeiiiiyyy kluar jga… stelah b’minggu2..hahahahhaa
    hhhaaddduuuhh bner2 nambah nii romance.ny kyura hahahahaha
    mpe d itungin lg kisseu ny hahahahahaa
    dh krreennn lah.. dpart ni bkin deg2.an hahahaa
    hhmmm hae oppa kyanya dh mulai insap tu..hahahhaa
    bguslah wlopun sma jill yg pnting si jill gk gnggu kyu lg hhehehehe
    kya.ny kyu bneran gk ska bgt sma jill mpe psah meja gtu hhwwahahaahahaa
    yora dh d tembak lngsung ma kyu pke ngata.in kyu gila lg hahaa (lucu dh hahahaa)
    ydh lnjut author jngan lma2 y hehehe ^^

  18. reeenny says :

    hahaha
    gmn c masa pas tembak gak ada romantis.a tapi irii mau deh gtu jg sm donghae ~
    jill msh ngincer kyu ya ?
    #lemparjill

  19. asri.buchie says :

    horeeeee akhirnya FF ini di post juga

    waaah kyuhyun oppa makin genit aja nih ama yoora, mentang-mentang udah resmi pacaran beneran.

    haaaaah jillie pasti deketin donghae oppa buat ngorek2 informasi doang! dasar cewe licik!

    lanjuuuut eonn, makin seru nih ceritanya

  20. minkijaeteuk says :

    ff ini banyak bgt adegan ciuman y. . . .
    Bikin iri, kyu nembak knp yora nganggep y main2. . . .
    Tancap gas keberikut. . . p yora nganggep y main2. . . .
    Tancap gas keberikut. . .

  21. Chava says :

    Kyu… Nembak orang apa mau ngomel? Hahah… Dasar setan! Emang ya setan susah diajak romantis! Hahah…. Tambah seru aja deh…

  22. kimbyen says :

    ah akhrny kyu ngungkapin jg prasaanny, nah gtu dong kyu. Kkkk

  23. Shin93327 says :

    Almost fainted baca Chapter yang ini >< omo.. deg2an !!
    Akhirnya kyu ungkapin juga perasaanya~
    yora-ya bersikap lbh manislah pada kyuppa haha
    errr jillie cuma manfaatin donghae doang tuh:/

  24. Min sung says :

    Knpa kyanya si chillie chillie itu#plakk# pnya niat jhat y???
    #ditampol

  25. dinaa says :

    so sweet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: