Because of You (SparKYU quis)

Author             : Cho Chae Hyun
Tittle            : Because of You
Main cast      : Cho Kyuhyun (Super Junior) ,
Length             : 1shoot
Genre              : romance, gaje :p
Rating             : G

Disclaimer : this just fanfic.they are belong god! And this story is mine.don’t copy-paste or remakes this fanfic whitout permission.

NB : FF gaje, hehe. Buat Hyunsoo-unnie, maaf kalo gak sesuai dengan hati FFnya.

FF ini Juga aku publish di faninfiction.wordpress.com

—-o—-

”Ini cincin untukmu” ujar seorang anak laki-laki. Gadis kecil didepannya menatap nya takjub.

”Untuk ku?!” kata gadis kecil itu hampir berteriak.

Dialah cinta pertamaku

”Iya. Kita akan menikah saat dewasa nanti. Jadi tunggu aku ya, Hyunsoo-ya”

”Uhm~”

Sekarang kau ada dimana…
Kenapa kau tidak pernah kembali…
Mana janjimu untuk menikahiku…

Aku merindukanmu Gyu…

—-o—-

author’s POV

Seperti biasa. Pagi ini Hyunsoo atau lengkapnya Choi Hyunsoo mulai beraktifitas. Perkerjaannya sebagai pegawai perpustakaan kota cukup menyita waktu karena perpustakaan kota buka pagi-pagi.

Hyunsoo membetulkan posisi kaca matanya yang agak sedikit turun dan mulai memasuki bis. Hyunsoo duduk dikursi paling belakang, dan seperti biasa dia memandangi suasana musim semi yang hangat. Dan lagi-lagi, dia teringat masa kecilnya.

”Hyunsoo-ya ini bunga untukmu!”

”Huah… bagus sekali. Terima kasih Gyu~ ‘

”Biar aku pasang di telingamu ya,”

Hyunsoo memegangi bagian dadanya yang terasa nyeri.

”Yeppeuda!”

”Kau dimana… tidak tahu kau bahwa aku sangat merindukanmu”

Bis berhenti. Hyunsoo mengerjapkan mata dan buru-buru turun dari bis. Dia mulai melenggang ke gerbang perpustakaan kota yang sudah terbuka lebar.

”Annyeong Hyunsoo-sshi” sapa sang security. Hyunsoo tersenyum sejenak lalu memasuki gedung perpustakaan.

”Nona Hyunsoo!” panggil seseorang. Hyunsoo menoleh dan menghampiri orang yang memanggilnya.

”Ada apa Tuan. Lee?”

”Hari ini ada stok buku baru. Siang nanti sudah datang. Kau susun buku itu di lantai dua, rak buku yang baru. Temanmu Chaehyun (gua nebeng ya onn) tidak bisa datang hari ini jadi kau sendiri yang menyusun buku-buku itu. Arraseo”

”Ne, arraseo”

Hyunsoo membungkuk sebentar lalu dia menaruh tasnya ditempat istirahat pegawai.

”Hah… dasar Chaehyun menyebalkan. Padahalkan menyusun buku itu bukan tugasku” guman Hyunsoo.

Hyunsoo mengambil bulu ayam disebelahnya, berniat menyapu beberapa rak buku.

Jam 11 tepat. Stok buku-buku baru sudah datang. Hyunsoo menatap tumpukan buku tebal didepannya dengan sebal.

”Huh, baiklah kita mulai pekerjaan kita!”

Hyunsoo menyusun buku-buku itu sesuai abjad sambil bersenandung ria. Rak buku yang masih kosong membuat Hyunsoo bisa melihat ke rak buku didepannya yang sudah tersusun buku.

Pandangannya berhenti kesudut ruangan, didekat jendela besar. Seorang pria tengah duduk bersandar di dinding dengan buku ditangannya. Pandangan Hyunsoo bisa dibilang -terpesona- karena melihat tampilan orang itu yang mungkin bisa saja membuat para kaum hawa menjerit histeris.

Tiba-tiba saja pria itu mengangkat wajahnya dan tepat saat itu juga pandangan mereka bertemu.

Hyunsoo yang salah tingkah langsung pura-pura menyusun buku lagi.

”Gila, dia tampan sekali” guman Hyunsoo.

Hyunsoo kembali melirik ke jendela besar itu. Dan pria itu masih membaca bukunya. Ya, Hyunsoo sekarang sudah mirip seorang stalker. Entah kenapa hatinya terasa menggebu-gebu saat melihat wajah pria itu. Bukan karna pria itu tampan, tapi seperti ada unsur lain yang memikat dan Hyunsoo belum mengetahui unsur apa itu.

”Ehem… nona Hyunsoo”

Hyunsoo tersentak lalu membalik tubuhnya. Tuan. Lee sedang melipat tangannya kedepan dadanya dan menatap Hyunsoo tajam.

”Pekerjaan mu sudah berlangusng 20 menit. Dan kau baru menyusun beberapa buku eh?”

”Ma-maaf Tuan. Lee” ujar Hyunsoo sambil membungkuk. Tuan. Lee pergi meninggalkan Hyunsoo. Hyunsoo hanya bisa mendengus pelan.

Hyunsoo mendengar cekikikan yang cukup keras. Lantai dua perpustakaan memang cukup sepi, otomatis suara apapun pasti menggema kemana-mana.

Hyunsoo menoleh menatap pria yang duduk didekat jendala itu. Dia menutup mulutnya menahan tawanya. Dan Hyunsoo menebak pria itu pasti menertawakannya. Mana ada orang baca ensiklopedia sambil cekikikan.

Hyunsoo mendengus sekali lagi. ”tampan tapi menyebalkan. Dasar tidak tahu sopan santun” guman Hyunsoo.

Akhirnya satu jam berlalu. Tumpukan buku sudah tersusun di raknya masing-masing. Hyunsoo menghelah nafas dan berniat turun ke lantai dasar.

”Hei, agashi!” teriak seseorang. Siapa yang bodoh berteriak didalam perpustakaan.

Hyunsoo menoleh kebelakang. Tubuhnya kaku seketika melihat pria yang tadi menertawakannya mendekat kearahnya.

”A-ada yang bisa aku bantu” ucap Hyunsoo gelagapan. Melihat wajah pria itu dari dekat benar-benar memacu adrenalin.

”Aku sedang mencari buku biografi Alexander Pope Isaac Newton. Dimana ya?”

”Di-di ujung sana. Dekat meja bundar itu” jawab Hyunsoo gelagapan.

”Terima kasih agashi” ujar pria itu. Hyunsoo menatap pria didepannya yang sedang tersenyum.

”Ohh.. tuhan, aku bisa meleleh” pikir Hyunsoo.

”Ohya, namamu siapa” tanya pria itu.

”Oh, jadi ini jurus kenalan rupanya” pikir Hyunsoo lagi. Dia terkekeh dalam hati.

”Namaku Choi Hyunsoo. Ada apa memangnya?”

”Di dinding dekat jendela tadi ada yang menulis ‘nona Choi Hyunsoo jutexx’. Jadi aku pikir kau perlu mengetahui hal itu”

”A-apa? Si-siapa yang menulisnya?”

Hyunsoo buru-buru menunju kejendela besar. Benar apa yang dikatakan pria itu tadi. Di dinding itu ada tulisan ‘nona Choi Hyunsoo jutexx’ wajah Yora langsung memanas.

”Yak! Siapa yang menulis ini. Kurang ajar!” teriak Hyunsoo keras.

”Sudah kubilangkan?” pria itu sudah muncul disebelah Hyunsoo. Hyunsoo mengerang keras lalu mengambil tisu basah untuk menghilangkan tulisan itu.

”Mana bisa hilang dengan tisu basah” celetuk pria itu. Hyunsoo menatapnya tajam.

”Lalu pakai apa?”

”Aku punya tipe-x” pria itu memberikan tipe-x pada Hyunsoo. Hyunsoo menerimanya dan menuangkan isi tipe-x itu kedinding.

”Ehem..ehem..”

Hyunsoo tersentak dan langsung menoleh kebelakang. Tuan. Lee menatapnya dengan tatapan pembunuh. Hyunsoo menelan ludahnya bulat-bulat.

”Mencoret-coret dinding nona Hyunsoo? Dan kau mengajak temanmu untuk mencoret-coret dinding”

”Ma-maaf Tuan. Lee. Ini tidak seperti yang anda–”

”Aku tidak mau mendengar penjelasan lagi. Kau sering sekali membuat kesalahan. Sebagai gantinya gaji mu dipotong bulan ini!”

”Mwo? Lagi? Tuan.Lee jangan dipotong gajiku” rengek Hyunsoo. Tuan.Lee menggeleng kepalanya menandakan ‘tidak’

”Dan kau tuan. Jika aku melihatmu mencoret dinding lagi, kau tidak akan aku perbolehkan datang perpustakaan ini”

”Baiklah tuan”

Tuan.Lee meninggalkan mereka yang tertunduk lemas. Terutama Hyunsoo.

”Yak! Ini semua gara-gara kau!” teriak Hyunsoo. Pria itu membulatkan matanya.

”Kenapa gara-gara aku?” ujarnya tak setuju.

”Coba kalau kau tidak memberi tahuku tentang tulisan itu. Gaji ku tidak akan dipotong!”

”Salahmu sendiri kenapa namamu ditulis disitu”

”Arrrgg!!!”

Hyunsoo berjalan menuruni tangga dengan hati dongkol. Dan entah ada setan apa, seseorang menarik tangannya.

”Sudah waktunya istirahat makan siangkan. Ayo kita makan”

Mata Hyunsoo melebar dengan cepat. Pria tadi menarik tangannya keluar gedung perpustakaan. Dan dia bilang ‘ayo kita makan’. Apa itu berarti pria itu mengajaknya makan bersama?

—-o—-

”Kenapa kau menarik tanganku tiba-tiba?” tanya Hyunsoo saat mereka sedang duduk ditaman sambil memakan sandwich daging yang mereka beli tadi.

”Kan sudah aku bilang kita makan” ujar pria itu datar.

”Ya tapi kan aku tidak mengenalmu. Tiba-tiba saja kau langsung menarik tanganku”

”Benar kau tidak mengenalku?” tanya laki-laki itu dengan raut wajah kecewa. Hyunsoo menggeleng cepat.

”Yasudah, kita kenalan dulu! Namaku Cho Kyuhyun. C-H-O K-Y-U H-Y-U-N” ujar laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya. Hyunsoo memperhatikan tangan laki-laki itu sejenak lalu meraihnya.

”Tidak usah di eja segala. Choi Hyunsoo” ujar Hyunsoo dengan senyum seadanya. Kyuhyun memperhatikan sebuah kalung berliontinkan cincin dileher Hyunsoo. Hyunsoo yang menyadari pandangan Kyuhyun langsung menutupi bagian dadanya.

”A-ada apa?” tanya Hyunsoo gelagapan.

”Cincin itu. Cincin yang bagus, kau dapat dari mana?” tanya Kyuhyun. Hyunsoo mengerjapkan mata lalu meraih kalung dilehernya.

”Cincin ini, pemberian seseorang”

”Seseorang? Siapa?”

”Dia, teman masa kecilku” ucap Hyunsoo sambil memperhatikan cincinnya. Kyuhyun tersenyum kecil.

”Cincin itu sangat berharga bagimu?”

”Tentu saja, aku sangat menyayangi cincin ini. Dan juga orang yang memberinya” Hyunsoo mengangkat wajahnya memperhatikan Kyuhyun yang tersenyum lebar.

”Kenapa?” tanya Hyunsoo heran. Kyuhyun menggeleng pelan lalu menggigit sandwich ditangannya.

”Aneh” guman Hyunsoo.

—–o—–

Hyunsoo berjalan keluar perpustakaan. Perpustakaan sudah tutup jam 5 sore tadi. Tapi dia dihukum oleh Tn.Lee karna datang terlambat saat waktu makan siang tadi. Dan itu semua karna laki-laki yang baru ia kenal, Cho Kyuhyun.

Hyunsoo berdiri di halte bis. Tiba-tiba sebuah motor sport berhenti didepannya, tepatnya hampir menyerempet.

”Yaaa, kau punya mata tidak? Tidak lihat ada orang berdiri disini!” teriak Hyunsoo kesal. Orang yang menaikki motor itu membuka kaca helmnya.

”Kyuhyun-sshi?”

”Hai, sedang apa?” tanya Kyuhyun tanpa tampang berdosa.

”Pertanyaanmu benar-benar tak bermutu. Jelas-jelas aku sedang berdiri dihalte bis, ya tentu saja aku sedang menunggu bis” ujar Hyunsoo sambil menatap Kyuhyun jengkel.

”Mau ku antar?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Hyunsoo membulatkan matanya.

”Apa?”

”Mau kuantar tidak?”

”Ohh… tidak usah. Biar aku naik bis saja” tolak Hyunsoo halus. Kyuhyun berdecak pelan.

”Ayolah, aku tidak suka ditolak. Aku tidak akan menculikmu kok”

”Benar mau mengantar?” tanya Hyunsoo sekali lagi. Kyuhyun menganguk pelan.

”Naiklah”  ujar Kyuhyun sambil menepuk jok penumpangnya.

Dengan malu-malu Hyunsoo duduk di jok penumpang motor Kyuhyun. Pria itu melepas jaket yang dia pakai lalu memberikannya pada Hyunsoo.

”Pakailah, malam ini dingin”

”Eh? Gomawo, Kyuhyun-sshi”

Hyunsoo pun memakai jaket Kyuhyun. Dia hendak perpegangan pada pinggang Kyuhyun tapi gerakkannya terhenti saat ia menyadari Kyuhyun adalah laki-laki yang belum lama ia kenal.

”Hei, pegangan. Kau mau terjun bebas dari motorku?”

”Ma-maaf Kyuhyun-sshi, tapi aku…”

”Tidak apa-apa. Pegangan saja dipinggangku, aku tak keberatan”

Hyunsoo menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu dengan malu-malu wanita itu melingkarkan lengannya dipinggang Kyuhyun.

”Sudah siap?” tanya Kyuhyun. Hyunsoo berguman pelan dan motor Kyuhyun langsung melaju. Awalnya pelan, lama-kelamaan semakin cepat dan itu membuat Hyunsoo berteriak ketakutan.

”Kyu-Kyuhyun-sshi, pelankan sedikit motormu” ucap Hyunsoo dengan susah payah.

”Waa, tidak bisa. Aku sudah terbiasa ngebut seperti ini” balas Kyuhyun santai.

”Tapikan kau bukan pembalap!!”

Kyuhyun tidak memperdulikan ocehan Hyunsoo. Pria itu malah mempercepat laju motornya. Hyunsoo dengan reflek memeluk pinggang Kyuhyun dengan erat.

—–o—–

”Hah… kapok aku naik motormu!” ujar Hyunsoo setelah sampai di kost-an nya. Kyuhyun terus tertawa melihat tampang kusut Hyunsoo.

”Sudahlah. Harusnya kau senang bisa merasakan jadi pembalap walau hanya beberapa menit” ujar Kyuhyun masih tertawa. Hyunsoo mendengus pelan sambil merapikan rambutnya yang berantakan akibat ulah motor Kyuhyun.

”Yasudah, terima kasih Kyuhyun-sshi sudah mau mengantarku pulang” ujar Hyunsoo lalu membungkuk sebentar. Kyuhyun tersenyum lalu menganguk.

Tangan laki-laki itu terangkat menuju kepala Hyunsoo lalu merapikan poni wanita didepan yang memang berantakan. Hyunsoo terkejut langsung terdiam ditempat.

”Lebih baik kau cepat masuk. Angin makin kencang. Aku permisi dulu, Hyunsoo-ya” pamit Kyuhyun lalu langsung melengos meninggalkan Hyunsoo yang masih terbengong-bengong.

Hyunsoo memegangi poninya lalu turun ke pipinya. Wanita itu merasakan pipinya memanas.

”A-apa yang yang dia lakukan tadi. Dan-dan dia memanggil ku Hyunsoo-ya?? Aaaaa, naega michyeo!!” teriak Hyunsoo tak karuan.

Dia berjalan memasuki rumah kost-annya dan langsung disambut oleh beberapa penghuni rumah.

”Waaa, siapa yang mengantarmu pulang?” tanya salah satu dari mereka.

”Di-dia bukan siapa-siapa” jawab Hyunsoo gelagapan.

”Wah, dia tampan. Pacar barumu ya? Ayo ngaku!”

”Bu-bukan…”

”Hei, ini jaket miliknya ya? Wa, dia baik sekali”

”Ja-jaket?”

Hyunsoo memperhatikan jaket yang masih membungkus tubuhnya lalu menepak jidatnya kuat.

”Aaa, aku lupa mengembalikannya!!” teriak Hyunsoo yang sukses membuat semuanya terdiam. Dia berjalan menuju kamar lalu membanting pintu keras.

——o——

“Hah… dasar laki-laki menyebalkan. Bagaimana cara mengembalikan jaketnya itu. Akukan baru kenal dengannya” rutuk Hyunsoo saat mau tidur. Dia dari tadi melirik jaket yang tergantung dipintu lemari bajunya.

Hyunsoo menelentangkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar. Entah kenapa wajah Kyuhyun langsung terlintas dipikirannya. Hyunsoo menyeringit lalu mengetuk kepalanya sendiri.

”Aish… kenapa wajah laki-laki itu langsung terbayang? Menyebalkan!” Hyunsoo mengerang-erang tak jelas dalam kamarnya.

——o—–

”Hah… bekerja diperpustakaan memang membosankan!” rutuk Hyunsoo. Chaehyun salah satu teman Hyunsoo menyenggol lengannya pelan.

”Hyunsoo-ya!”

”Aish… apa?”

”Laki-laki yang duduk disana. Dari tadi memperhatikan kita” ujar Chaehyun sambil menunjuk sebuah meja diujung ruangan dengan matanya.

Hyunsoo dengan malas menoleh kearah yang dituju Chaehyun. Dan dia melihat Kyuhyun sedang membaca buku.

”Dia tidak memperhatikan kita. Dasar ge-er”

”Tapi sebelum kau menoleh, dia memperhatikan kita. Woaa, Hyunsoo-ya dia kesini!!”

Chaehyun menyenggol lengan Hyunsoo dengan kuat. Hyunsoo yang jengkel langsung menatap tajam Chaehyun.

”Ma-maaf” ujar Chaehyun gelagapan.

”Annyeong, Hyunsoo” sebuah suara mengagetkan mereka. Hyunsoo dan Chaehyun mendongak kan wajah mereka dan terkejut melihat laki-laki didepan mereka.

”Hai,” sapanya lagi.

”An-annyeong..” balas Chaehyun gelagapan.

”Ehmm. Hai, Kyuhyun-sshi” sapa Hyunsoo. Chaehyun langsung menoleh cepat pada Hyunsoo.

”Kau mengenal laki-laki ini?” bisik Chaehyun. Hyunsoo berguman malas.

”Apa aku mengganggu?” tanya Kyuhyun. Chaehyun menggeleng cepat.

”Anni.. kau tidak mengganggu kami kok” ujar Chaehyun dengan senyum. Kyuhyun membalas senyumannya dan langsung membuat Chaehyun kejang-kejang.

”Ada yang bisa aku bantu, Kyuhyun-sshi?” tanya Hyunsoo. Kyuhyun menganguk cepat.

”Ini sudah jam 12 siang. Kau mau makan siang diluar? Bersamaku” ujar Kyuhyun santai.

”Aku mau!” teriak Chaehyun tiba-tiba. Hyunsoo dan Kyuhyun menatap Chaehyun kaget.

”Ma-maksudku. Kalau boleh, aku juga mau ikut” ralat Chaehyun.

”Tentu saja kau boleh ikut” ujar Kyuhyun pada Chaehyun lalu beralih ke Hyunsoo.

”Kau ikut kan?” tanya Kyuhyun. Hyunsoo mengetuk jarinya ke meja.

”Aku mau ikut, tapi jangan lama-lama seperti kemarin. Aku dihukum Tn.Lee karna datang terlalu lama” rengut Hyunsoo. Kyuhyun tertawa kecil lalu menganguk.

”Baiklah, kita tidak akan lama-lama. Setelah makan aku akan langsung mengantarmu kesini. Khajja!”

Kyuhyun menarik tangan Hyunsoo tanpa memperdulikan Chaehyun yang melongo dengan kedekatan mereka. Tapi akhirnya Chaehyun tersadar bahwa dia ditinggal lalu berteriak.

”Hei, tunggu aku!”

—–o——

Kyuhyun, Hyunsoo, dan Chaehyun sudah sampai di sebuah cafe tak jauh dari perpustakaan. Hyunsoo duduk di kursi paling ujung dekat jendela. Kyuhyun menyusul dengan duduk didepannya. Sedangkan Chaehyun dengan santainya langsung duduk disamping Kyuhyun tapi tangannya segera ditarik Hyunsoo untuk duduk disebelahnya.

”Hyunsoo, aku kan mau duduk disana!” rengek Chaehyun. Hyunsoo berdecak pelan.

”Kau jangan buat malu dong. Kau itu kenal saja belum dengannya!” bisik Hyunsoo tertahan. Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihat dua sahabat itu.

Pelayan cafe datang. Setelah memesan mereka berbincang sejenak.

”Hyunsoo-ya, kenalkan aku padanya” rengek Chaehyun. Hyunsoo menatapnya garang, tapi masih mengenalkannya pada Kyuhyun.

”Kyuhyun-sshi. Ini salah satu temanku diperpustakaan, namanya Cho Chaehyun” ujar Hyunsoo sambil menunjuk Chaehyun. Chaehyun mengulur tangannya bermaksud bersalaman dengan Kyuhyun.

”Ahya, Cho Kyuhyun imnida” balas Kyuhyun. Mata Chaehyun langsung berbinar-binar.

”Kita satu marga!” ujar Chaehyun tak percaya. Kyuhyun hanya angguk-angguk tenang.

”Itu berarti kalian tidak bisa menikahi satu sama lain” celetuk Hyunsoo. Chaehyun menatap Hyunsoo tajam.

Setelah beberapa menit, pesanan mereka datang. Hyunsoo memperhatikan sebuah telur rebus dimangkuknya. Hyunsoo mendengus pelan, dia tidak suka kuning telur.

Kyuhyun memperhatikannya sejenak, lalu menyodorkan mangkuk miliknya ke Hyunsoo.

”Berikan saja padaku” ujarnya tak jelas. Hyunsoo mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun heran.

”Apa?” ujar Hyunsoo balik bertanya.

”Ck, kuning telurnya berikan padaku saja. Kau tidak suka kan?”

Hyunsoo sedikit kaget. ”Dari mana Kyuhyun tahu kalau aku tidak suka kuning telur” pikir Hyunsoo.

”Jangan-jangan dia punya indera ke enam sehingga bisa membaca pikiranku? Errrr…” pikirnya lagi.

Hyunsoo memotong telurnya dengan hati-hati, lalu memberikan kuning telur miliknya ke mangkuk Kyuhyun.

Chaehyun yang dari tadi memperhatikan mereka langsung membuka suara.

”Sepertinya kau sangat mengenal Hyunsoo, Kyuhyun-sshi?” ujarnya sambil mengulum ujung garpunya.

”Mungkin” ujar Kyuhyun sambil memberikan smile eyes pada Chaehyun (bukannya Kyuhyun gak ada smile eyes? –“)

—–o——

”Terima kasih Kyuhyun-sshi sudah mau mengantar kami kesini” ucap Hyunsoo dan Chaehyun. Kyuhyun menganguk lalu matanya beralih ke Hyunsoo.

”Apa?” tanya Hyunsoo ketus.

”Kau pulang jam berapa hari ini?” tanya Kyuhyun yang sukses membuat Hyunsoo dan Chaehyun terkejut.

”Apa urusanmu menanyakan itu?” ujar Hyunsoo berusaha tenang.

”Hmm… hanya bertanya” balas Kyuhyun.

”Perpustakaan tutup jam 5 sore. Bisa kau pikirkan sendiri jam berapa aku pulang” ujar Hyunsoo yang langsung melengos dari hadapan Kyuhyun.

”Hei, Hyunsoo-ya tunggu aku!” teriak Chaehyun. Chaehyun membungkuk sebentar pada Kyuhyun dan menyusul Hyunsoo.

”Hei Hyunsoo. Kenapa kau langsung pergi? Dasar tidak tahu sopan santun” oceh Chaehyun. Hyunsoo duduk di kursi pada meja informasi perpustakaan dengan malas.

”Ehm~ Hyunsoo, sepertinya Kyuhyun itu menyukaimu deh” celetuk Chaehyun. Jantung Hyunsoo langsung serasa copot mendengar kata-kata itu.

”Hah… bodoh, aku baru bertemu dengannya kemarin. Mana mungkin dia menyukaiku” ujar Hyunsoo sambil mengetuk-ngetuk telunjuk pada meja.

”Aku serius. Kau memang baru mengenalnya kemarin, tapi sepertinya dia sudah mengenalmu cukup lama. Ingat saat dia meminta kuning telurmu? Aku saja tidak tahu kau tidak suka kuning telur”

”Bisa saja dia punya indera keenam”

”Aish… jangan berpikir ke hal mistis dulu. Berpikirlah kearah lain. Hmm..  mungkin selama ini dia adalah stalker-mu. Haha~”

”Aish… itu tambah tak masuk akal! Apa gunanya dia jadi stalker-ku” seru Hyunsoo sebal.

”Hyunsoo, tidak usah mengelak. Aku tebak saja, sore nanti dia pasti datang kesini untuk menjemputmu. Apa guna dia menanyakan jam berapa kau pulang selain melakukan itu. Iya, kan?”

”Iya terserah kau saja. Sekarang pergi dari sini sebelum Tn.Lee menegur kita!”

——-o——

Pulang dari pekerjaannya Hyunsoo dan Chaehyun langsung menuju halte bis. Chaehyun masih mengoceh tentang Kyuhyun.

”Lebih baik kau tunggu saja dia. Nanti dia akan menjemputmu” goda Chaehyun, Hyunsoo menjitak kepala Chaehyun dengan kuat.

”Berhenti membicarakan dia!”

”Bis jurusanku sudah datang. Selamat berkencan Hyunsoo-ya” teriak Chaehyun sebelum dia masuk bis. Hyunsoo hampir melemparkan tasnya ke kepala Chaehyun kalau pintu bis tidak langsung tertutup.

”Aish… apa maksudnya selamat berkencan? Dasar Chaehyun sialan!”

Hyunsoo membuka flip handphone-nya dan memainkannya sebentar. Menunggu adalah hal yang membosankan.

Setelah beberapa menit, bis jurusannya datang. Hyunsoo langsung melangkah masuk. Sejenak dia berhenti melangkah mengingat kata-kata Chaehyun.

‘Aku tebak saja, sore nanti dia pasti datang kesini untuk menjemputmu’

”Hah… kau salah Chaehyun-ah. Aku tetap pulang naik bis dan tidak ada yang menjemputku” guman Hyunsoo.

Dia memasuki bis dan mengambil satu-satunya tempat duduk yang kosong. Ini sudah jam pulang kerja, bis pasti sangat ramai.

Hyunsoo duduk dengan tenang dikursinya sebelum sebuah suara mengagetkannya.

”Hyunsoo-ya?” ujar orang disebelahnya. Hyunsoo menoleh cepat kesebelahnya. Laki-laki itu membuka hoodie nya. Dan Hyunsoo dapat melihat jelas wajah laki-laki itu. Hyunsoo menghelah nafas dan langsung membuang mukanya.

”Hei, kau kenapa?” tanya orang itu.

”Kau yang kenapa? Apa yang kau lakukan disini Kyuhyun-sshi?!” ujar Hyunsoo jengkel. Kyuhyun tertawa melihat tampang Hyunsoo.

”Ini bis milik pemerintah, dan mereka menyediakan bis ini untuk masyarakatnya. Siapa saja boleh ada disini asal dia membayar ongkos perjalanannya” balas Kyuhyun sambil menghentikan tawanya.

”Cih~ kau kan punya motor, kenapa naik bis?”

”Motorku sedang dibengkel”

Hyunsoo mendengus lalu memilih diam dalam perjalanannya.

Hyunsoo sudah sampai di halte terdekat dari kost-annya. Dia langsung  turun tanpa berpamitan dengan Kyuhyun.

”Apa gunanya berpamitan denganya??” pikir Hyunsoo.

Hyunsoo berjalan menuju kost-annya. Beberapa menit berjalan, Hyunsoo merasa ada yang mengikutinya. Dia mempercepat langkahnya. Tapi semakin cepat dia melangkah, semakin terdengar hentakkan sepatu orang itu.

Hyunsoo yang sudah kelelahan dengan jengkel menoleh kebelakang. Dan dia menemukan orang yang sama.

”Yaaaa, kau mengikutiku?!” teriak Hyunsoo. Kyuhyun dengan nafas terengah-engah berjalan mendekati Hyunsoo.

”Aku hanya memastikan kalau kau baik-baik saja” ujar Kyuhyun santai tapi membuat Hyunsoo menegang.

”Memangnya aku anak kecil perlu dijaga?”

”Kau memang bukan anak kecil. Tapi kau orang yang labil”

Hyunsoo menendang kaki Kyuhyun dengan kuat dan langsung berjalan mendahuluinya. Laki-laki itu meringis pelan lalu mengikuti langkah Hyunsoo.

”Baiklah, apa mau mu mengikutiku Cho Kyuhyun-sshi? Kau mau aku teriaki pencopet dan kau dihajar habis-habisan oleh warga sini?” ujar Hyunsoo tajam. Kyuhyun berkacak pinggang sambil memiringkan kepalanya.

”Jangan berpikir negatif dulu padaku…”

”Lantas katakan alasan kenapa kau mengikutiku?!” teriak Hyunsoo.

”Baik-baik, tapi kau jangan marah” ujar Kyuhyun akhirnya. Hyunsoo mengerut dahinya.

”Cepat katakan! Baik atau tidak aku akan terus berteriak padamu” seru Hyunsoo. Kyuhyun menghelah nafas panjang.

”Hmm… hari minggu ini keponakkanku ulang tahun. Dia bilang padaku kalau dia ingin bertemu barbie. Jadi… kau bersedia tidak jadi barbie untuknya?”

”Mwo? Jadi kau pikir aku badut ultah apa?!”

”Tidak, bukan maksudku menjadimu badut ultah. Tapi… err.. bagaimana ya? Kau… cocok jadi barbie” ucap Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Wajah Hyunsoo sedikit memerah.

”Dimana-mana yang namanya barbie kan cantik. Berarti aku juga cantik. Atau jangan-jangan, dia hanya merayuku saja agar aku mau jadi badut ultah keponakkannya? Grrrr!!!” pikir Hyunsoo.

”Aku tidak mau!” tolak Hyunsoo mentah-mentah.

”Please Hyunsoo-ya. Keponakkan ku itu baru berumur 5 tahun. Saat ulang tahunnya nanti, orang tuanya tidak bisa datang karna banyak pekerjaan di perusahaan mereka. Yang merayakan ulang tahunnya hanya aku dan dia. Aku takut dia akan menangis nanti” mohon Kyuhyun.

Hyunsoo sedikit prihatin. Bukan karna Kyuhyun yang memelas, tapi karna nasib keponakkan Kyuhyun yang sangat malang itu. Masih kecil sudah sering diabaikan orang tua. Itu sebabnya terjadi banyak kasus pergaulan bebas. Orang tuanya saja tidak peduli dengan anaknya.

”Baiklah, tapi tidak ada orang lain yang melihatku jadi barbie selain kau dan keponakkanmu itu” ujar Hyunsoo akhirnya. Senyum Kyuhyun langsung mengembang mendengarnya.

”Gomawo Hyunsoo-ya. Nanti hari minggu aku akan menjemputmu jam 1 siang. Sekali lagi terima kasih”

”Ne. Tapi tunggu dulu” cegah Hyunsoo. Kyuhyun menatapnya heran.

”Wae?”

”Berhenti memanggil ku ‘Hyunsoo-ya’, kita belum genap seminggu berkenalan kau sudah berani memanggilku seperti itu!”

”Tidak apa-apa kan? Biar lebih kedengaran akrab”

——o——

”Kenapa kau mengajak ku kesini, Kyuhyun-sshi?” geram Hyunsoo saat Kyuhyun mengajaknya ke salon. Kyuhyun berdecak pelan.

”Barbie itu harus diriasi. Mana ada Barbie berwajah menyeramkan seperti mu” celetuk Kyuhyun. Hyunsoo baru mengangkat tangannya untuk menjitak kepala Kyuhyun sebelum seorang perempuan <– dalam tanda kutip datang menghampiri mereka.

”Tuan muda Cho Kyuhyun, anda sudah datang. Mari duduk dulu” tawar nya. Hyunsoo menyeringit.

”Tuan muda? Wow…” kekeh Hyunsoo dalam hatinya.

Kyuhyun menarik tangan Hyunsoo duduk disofa yang ada didalam salon itu.

Salon itu terlihat sangat sepi. Dan juga tampilan salonnya, sepertinya ini salon elit. Hyunsoo berdecak kagum untuk Kyuhyun.

”Jadi gadis ini yang anda ceritakan Tuan muda? Cantik juga” ujar ‘perempuan’ itu. Kyuhyun menganguk pelan sambil menahan senyumnya.

”Kau ceritakan apa dengannya?” tanya Hyunsoo sambil menyikut lengan Kyuhyun.

”Bukan apa-apa, aku hanya bercerita tentang kau yang jadi barbie” ujar Kyuhyun santai. Hyunsoo menganguk tanda mengerti.

”Yasudah, mari anda saya riasi nona manis” ujarnya dan langsung membuat Hyunsoo bergidik.

Setelah 1 jam diriasi, akhirnya perjuangan Hyunsoo selesai juga. Hyunsoo menatap dirinya dicermin. Dibalut gaun pink rose, rambut ikal lalu disatukan seperempatnya kebelakang, dan sebuah mahkota berukuran kecil bertengger di kepalanya.

”Aku seperti mau ikut festival kostum saja” guman Hyunsoo sambil terkekeh pelan.

”Bagus juga” ujar sebuah suara. Hyunsoo menoleh kesebelahnya. Hyunsoo langsung terkejut melihat tampilan Kyuhyun.

”Ke-kenapa kau berpakaian seperti itu?” tanya Hyunsoo ngeri karna Kyuhyun sekarang berpakai bak pangeran william waktu mau nikah *haha XD*

”Kalau ada barbie, pasti ada pangerannya kan?”

Hyunsoo bergidik menatap Kyuhyun disebelahnya.

”Apa maksudmu pasti ada pangerannya?” tanya Hyunsoo masih dengan tatapan ngeri.

”Kau pernah nonton barbie tidak sih?!” oceh Kyuhyun.

”Ja-jadi kita akan menjadi putri dan pangeran. Begitu?” tanya Hyunsoo was-was. Kyuhyun menganguk pelan.

”Sudahlah tidak usah khawatir. Keponakkanku tidak akan menyuruh kita untuk berciuman kok”

”Apa?!”

——o——

”Ingat kau berikan kado ini padanya. Bilang saja ini darimu. Oke?” ujar Kyuhyun sambil memberikan sebuah bingkisan pada Hyunsoo. Hyunsoo hanya angguk-angguk saja.

”Ohya, bersikaplah sedikit anggun. Ingat kau barbie sekarang” kekeh Kyuhyun. Hyunsoo menatapnya kesal.

Mereka melangkah masuk kedalam rumah besar didepan mereka. Kyuhyun langsung mengajak Hyunsoo kekamar keponakkannya itu. Mereka masuk kedalam kamar bernuansa pink dengan wallpaper barbie yang membuat mata Hyunsoo silau.

”Sepertinya dia tidur. Kau bangunkan dia, tapi hati-hati. Aku akan membawa kue nya kesini” bisik Kyuhyun ditelinga Hyunsoo. Hyunsoo bergidik dan menjauhkan telinganya dari Kyuhyun.

”Wae?” tanya Kyuhyun. Hyunsoo langsung menggeleng cepat.

Kyuhyun langsung keluar dari kamar pink itu. Hyunsoo masih setengah sadar akibat tadi. Wanita itu memperhatikan kamar keponakkan Kyuhyun itu. Ada sebuah tulisan dari foam ‘Shin Minji’. Sepertinya nama keponakkan nya Kyuhyun itu. Hyunsoo kembali melihat-lihat kamar Minji, kamar itu didomisnasi dengan pink + barbie + Kyuhyun.

”Kenapa banyak sekali foto anak ini bersama Kyuhyun???”

Hyunsoo melirik ke kasur. Disitu terbaring gadis kecil yang sedang tertidur. Hyunsoo tersenyum melihat wajah gadis kecil itu.

Hyunsoo mendekat kekasur lalu mengelus kepala Minji pelan. Jujur saja Hyunsoo sangat menyukai anak kecil, apalagi yang imut-imut seperti Minji ini.

Hyunsoo melihat Minji sedikit bergerak lalu tidak lama kemudian wajah gadis kecil itu terbuka. Hyunsoo berusaha memasang senyum terbaiknya.

”Annyeong putri Minji~” ujar Hyunsoo masih dengan senyumnya. Minji langsung merubah posisi tidurnya jadi duduk.

”Kau barbie?” tanyanya polos. Hyunsoo tertawa kecil lalu menganguk.

”Waaa, barbie sungguhan!” teriaknya lalu secara tiba-tiba memeluk Hyunsoo. Hyunsoo sedikit kaget tapi akhirnya membalas pelukkannya.

”Saengil chukhahamnida saengil chukhahamnida… saranghaneun uri Minji… saengil chukhahamnida..” suara Kyuhyun terdengar dari luar kamar Minji. Hyunsoo menarik tangan Minji untuk keluar kamar. Gadis kecil itu langsung berteriak histeris saat melihat Kyuhyun dengan tampilan ala pangeran Willian nya membawa cake berbentuk barbie.

”Oppa!!” teriak Minji. Anak itu langsung menghambur memeluk oppanya sampai-sampai kue yang dipegang Kyuhyun hamipr jatuh. Tapi Hyunsoo cepat mengambil alih kue nya.

”Oppa lihat ada barbie! Dia datang ke ulang tahunku oppa!” ujar Minji masih dengan polosnya. Kyuhyun tersenyum lalu mengelus kepala Minji pelan.

”Oppa kan sudah janji pada Minji akan mengundang barbie saat ulang tahun mu. Kau senang?” tanya Kyuhyun. Minji menganguk cepat dan kembali memeluk Kyuhyun. Kyuhyun membalas pelukkannya lalu mengecup dahi Minji.

”Hei, tiup dulu lilinnya. Sudah mencair banyak sekali nih” panggil Hyunsoo. Kyuhyun melepaskan pelukkannya lalu menari tangan kecil Minji ke meja makan.

”Minji ucapkan permintaan Minji lalu tiup lilinya. Arraseo?” ajar Kyuhyun. Minji menganguk lalu menuruti perintah Kyuhyun.

”Aku mau barbie dan Kyuhyun-oppa menikah. dan mereka akan selalu menemaniku tiap hari”

Kyuhyun dan Hyunsoo kaget setengah mati mendengar perkataan Minji. Bahkan mereka tak bertepuk tangan saat lilin nya sudah ditiup oleh Minji.

”A-apa yang anak ini bicarakan?!!” teriak Hyunsoo dalam hatinya.

”Aduh, Minji kelewat polos. Maksudku kan ucapkan permintaannya didalam hati, bukan dilafalkan. Mana permintaanya seperti itu lagi” Kyuhyun ikut merutuk dalam hatinya.

”Yeeeey, yeeeey, yeeey” teriak Minji. Hanya Minji yang berteriak. Kyuhyun dan Hyunsoo masih terdiam.

”Oppa, kado untuk Minji mana?” tuntun Minji. Kyuhyun mengerjapkan matanya berkali-kali lalu menatap Minji yang tersenyum didepannya.

”Ahh… i-iya, oppa sampai lupa kado untuk Minji” ujar Kyuhyun kikuk. Kyuhyun mengambil bingkisan disebalahnya dan memberikannya pada Minji.

”Huaaah… besar sekali!” teriak Minji. Minji menoleh pada Hyunsoo menuntut sesuatu.

”Ahya, Onnie eh maksudnya barbie juga membawa kado untuk Minji” ujar Hyunsoo dengan senyum paksa.

”Waaaa, kadonya besar-besar! Gomawo oppa, gomawo barbie”

Minji memeluk Kyuhyun dan Hyunsoo sekaligus. Dan itu memaksa Kyuhyun dan Hyunsoo untuk berdekatan. Hyunsoo hanya bisa membuang mukanya dari Kyuhyun. Dia terlalu malu untuk menatap laki-laki itu.

Mereka sekarang tengah memakan kue ulang tahun. Hyunsoo hanya memandangi kue itu karna dia tidak suka makanan manis.

”Habiskan kue nya. Nanti Minji marah” ujar Kyuhyun sedikit berbisik. Hyunsoo menghelah nafas lalu memaksakan kue itu masuk kemulutnya.

”Barbie, barbie” panggil Minji. Yora menoleh kearah Minji. Menatap wajah polos disebelahnya yang belepotan krim kue.

”Wae, sayang?” tanya Hyunsoo sambil mengambil tisu dan membersihkan wajah Minji.

”Di TV, barbie sangat pintar menari dan bernyanyi. Aku ingin melihatnya barbie”

Hyunsoo langsung terdiam mencerna perkataan Minji.

”Aduh, anak ini benar-benar. Masak dia menyuruhku menari-nari sambil bernyanyi seperti di film barbie di TV” rutuk Hyunsoo dalam hatinya.

”Maaf ya Minji, barbie sedang tidak bisa melakukannya” ujar Hyunsoo halus. Raut wajah Minji langsung kecewa.

”Tapikan aku mau melihatnya” Minji mulai merengek-rengek. Hyunsoo bersumpah tidak akan pernah menjadi barbie lagi.

Tiba-tiba tangan Hyunsoo tertarik. Kyuhyun menarik tangan Hyunsoo berdiri. Hyunsoo sedikit kaget dibuatnya.

”Tenang saja Minji. Oppa dan barbie akan menari sambil bernyanyi seperti yang ada di TV”

Hyunsoo langsung menatap Kyuhyun syok. Baru dia akan protes sebelum Kyuhyun mencelanya.

”Jangan buat Minji kecewa, Hyunsoo” ujarnya sembari menarik tangan Hyunsoo ketempat yang lebih luas.

”Kau gila Kyuhyun-sshi? Saat ditaman kanak-kanak saja teman-teman mengejekku karna tubuhku tidak selincah mereka. Dan sekarang kau menyuruhku menari sambil bernyanyi seperti barbie TV  itu?!”

”Tenang saja. Kita tidak akan menarik melompat-lompat seperti di TV itu. Hanya gerakkan biasa. Kita dansa buka menari”

”Tapi-tapi… aku tidak bisa” rengek Hyunsoo. Kyuhyun berdecak pelan lalu menarik lengan Hyunsoo. Laki-laki itu menaruh tangan Hyunsoo di bahunya sendiri.

”A-apa yang kau lakukan?” tanya Hyunsoo syok. Kyuhyun menarik pinggang Hyunsoo lebih mendekat padanya. Lalu menempatkan tangannya di pinggang Hyunsoo.

”Sudah kubilang kita dansa. Kau ikuti saja gerakkan kaki ku” ujar Kyuhyun santai. Hyunsoo menganguk pasrah.

Kaki Kyuhyun mulai bergerak maju-mundur, kiri-kanan. Hyunsoo hanya mengikutinya saja. Saat Hyunsoo sedang serius memperhatikan kaki Kyuhyun. Dia tidak sadar kalau Kyuhyun mengeluarkan suaranya untuk bernyanyi.

Come stop your crying
It will be all right
Just take my hand Hold it tight

I will protect you
from all around you
I will be here Don’t you cry

For one so small,
you seem so strong
My arms will hold you,
keep you safe and warm
This bond between us
Can’t be broken
I will be here Don’t you cry

Cause you’ll be in my heart
Yes, you’ll be in my heart
From this day on Now and forever more
You’ll be in my heart
No matter what they say
You’ll be in my heart, always Always

(Pill Collin – You’ll be in my heart lyrics)

Hyunsoo terlihat terkagum-kagum mendengar suara Kyuhyun. Hyunsoo mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun yang sedang tersenyum menatapnya dan pandangan mereka bertemu.

Kyuhyun dan Hyunsoo saling bertatapan lama. Saling menelusuri wajah didepan mereka satu sama lain. Entah kenapa tiba-tiba saja jantung Hyunsoo berdesir kuat.

Wajah Kyuhyun yang dekat dengan wajahnya membuat Hyunsoo bisa melihat semuanya. Mata coklat itu, hidung mancung itu, dan bibir itu.

”Gyu~” kata itu langsung melintas dalam pikiran Hyunsoo.

Tiba-tiba Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunsoo. Hyunsoo menelan ludahnya sendiri. Ketika wajah mereka semakin dekat, Kyuhyun memejamkan matanya. Hyunsoo sedikit terkaget. Tapi entah setan apa yang merasuki tubuhnya, Hyunsoo malah ikut memejamkan mata dan….

”Yeeeyy!! Hebat!!” teriak Minji dan sontak membuat Kyuhyun dan Hyunsoo membuka mata mereka. Posisi wajahnya mereka yang sangat berdekatan membuat mereka salah tingkah. Kyuhyun dan Hyunsoo langsung menjauhkan posisi mereka yang berdempetan.

”Aku mau nonton film barbie!!”

——o—–

Kyuhyun, Hyunsoo, dan Minji sedang diruang tengah. Mereka menonton film barbie yang sudah diputar berulang-ulang kali di TV. Minji memaksa mereka untuk ikut menonton.

Ditambah lagi posisi Minji yang minta di pangku menambah beban keduanya. Kyuhyun dan Hyunsoo duduk bersebelahan sedangkan Minji duduk dipaha kanan Kyuhyun dan di paha kiri Hyunsoo. Badan Minji yang berat membuat darah dipaha Kyuhyun dan Hyunsoo tidak mengalir sempurna dan membuat mereka kesemutan.

”Sebentar lagi pembuluh darah di pahaku akan pecah” rutuk Hyunsoo. Kyuhyun yang mendengar itu langsung menoleh.

”Sabar saja. Kakiku juga sangat kesemutan” ujar Kyuhyun sedikit berbisik.

Beberapa menit menonton Minji mulai terlihat lelah. Dia bersandar di bahu Kyuhyun dan Hyunsoo dan tidak lama kemudian Minji mulai tertidur.

Kyuhyun yang mendengar dengkuran kecil dari Minji langsung menatap gadis kecil disamping. Kyuhyun tersenyum lega melihat Minji yang tertidur.

”Hah… Hyunsoo, Minji sudah tertidur. Kita bisa bebas…” kata-kata Kyuhyun terhenti saat melihat Hyunsoo yang juga tertidur. Kyuhyun tersenyum kecil lalu menggendong Minji kekamarnya.

Kyuhyun kembali lagi keruang tengah. Laki-laki itu duduk kembali disebelah Hyunsoo yang terlelap. Tangan kanan Kyuhyun bergerak merengkuh bahu Hyunsoo, membuat wanita itu bersandar dengannya.

Kyuhyun memperhatikan wajah Hyunsoo yang terlelap dengan saksama. Laki-laki itu mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunsoo. Menyentuh pipi Hyunsoo dengan hidungnya, mengeseknya pelan. Lalu mengecup pipi wanita itu.

”Hyunsoo, kenapa kau tidak pernah menyadari bahwa aku ini Gyu-mu. Apa perlu aku yang mengatakannya?”

——o—–

Hyunsoo membuka matanya lalu masih dengan setengah sadar melihat sekitarnya. Dia kamarnya. Namun sedetik kemudian dia langsung mengubah posisi tidurnya jadi duduk lalu mengacak-acak rambut.

”Hah… perasaan terakhir aku bangun, aku berada dirumah Kyuhyun” guman Hyunsoo. Dia kembali mengingat kejadian dirumah Kyuhyun itu. Dan dengan cepat dia melihat sekujur tubuhnya sudah dibalut baju kaos dan celana biasa dan entah milik siapa.

”Huahhh…!!! Siapa yang melakukan ini?!”

Hyunsoo berhambur keluar, teman-teman satu kost-nya langsung menatapnya heran.

”Jam berapa aku pulang kesini?!” tanyanya agak berteriak.

”Jam 4 sore, kenapa memangnya?” tanya salah satu dari mereka.

”Siapa yang mengantarku pulang?” tanya Yora lagi.

”Pacarmu” jawab mereka bersamaan. Hyunsoo menyeringit.

”Siapa pacarku?!” teriak Hyunsoo kaget.

”Siapa lagi kalau bukan laki-laki yang mengantarmu pulang waktu itu. Kau harus berterima kasih dengannya. Dia sudah susah payah menggendongmu yang tertidur seperti orang mati ke kamarmu”

”Dia menggendongku ke kamar? A-apa saat aku pulang aku memakai pakai aneh seperti barbie?”

”Kau migau? Saat kau pulang dan pacarmu itu menggendongmu kesini, hanya pakaian itu yang menempel ditubuhmu”

”A-apa? Jadi dia yang…. Arrrgg!!!!”

——–o——-

”Awas saja. Kalau hari ini aku bertemu dengannya. Aku akan langsung kuhabisi nyawanya!!” geram Hyunsoo saat dia memasuki gedung perpustakaan.

Hyunsoo terus merutuk dalam hatinya. Bahkan pada saat seorang pelanggan perpustakaan akan meminjam buku, dia sering mengoceh tak jelas.

Pintu perpustakaan yang besar terbuka. Hyunsoo menoleh sebentar lalu kembali menekuni pekerjaannya. Namun sedetik kemudian dia baru menyadari siapa orang itu.

”Kyuhyun!” teriak Hyunsoo. Mata seluruh pengunjung perpustakaan langsung tertuju pada Hyunsoo. Hyunsoo langsung cengengesan dan membungkuk berkali-kali.

”Wae?” sebuah suara menghentikan aktifitasnya. Dia mendongak menatap Kyuhyun dengan kesal.

”Apa?” tanya Kyuhyun tak mengerti.

Hyunsoo menarik tangan Kyuhyun ketempat yang lebih sepi, agar dia bisa membentak Kyuhyun dengan sepuas hatinya.

”Apa yang kau lakukan padaku kemarin?!!” teriak Hyunsoo tertahan.

”Memangnya apa yang ku lakukan padamu kemarin?” Kyuhyun balik bertanya. Hyunsoo mengerang kesal. Wanita itu langsung menendang kaki laki-laki didepannya tanpa aba-aba.

”Awww… ssh.. apa yang kau lakukan, bodoh!!” ringis Kyuhyun.

”Kau! Kau melecehkanku kan kemarin? Huh? Ayo mengaku, dasar laki-laki kurang ajar!!” Hyunsoo memukul-mukul tubuh Kyuhyun tanpa henti. Kyuhyun yang jengah dengan pukulan Hyunsoo langsung menahan tangan wanita itu.

”Apa maksudmu kalau aku melecehkanmu? Kau pikir aku ini laki-laki mesum apa?”

”Kau memang laki-laki mesum! Kau berani-beraninya membuka bajuku! Dasar! Aku benci, aku benci!!” Hyunsoo meronta-ronta saat tangannya dipegang kuat oleh Kyuhyun.

”Aish… aku tidak membuka bajumu. Pikiran apa yang melandamu sehingga kau menuduhku seperti itu?”

”Kau brengsek!” Hyunsoo masih meronta-ronta. Air matanya mulai keluar dari sudut matanya, membuat Kyuhyun terkesiap.

”Hyunsoo-ya, tenanglah. Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Aku tidak mungkin melakukan hal zina seperti itu” ujar Kyuhyun mencoba menenangkan Hyunsoo. Hyunsoo mulai terisak-isak. Rontaan tubuhnya melemah.

”Kau bohong. Lalu bagaimana bisa aku pulang kost-an ku sudah memakai baju kaos dan celana biasa. Dan aku tidak tahu sama sekali baju siapa itu” isak Hyunsoo. Kyuhyun menghelah nafas menyadari apa yang dibicarakan oleh Hyunsoo. Kyuhyun mengangkat wajah Hyunsoo agar dia bisa menatapnya.

”Dengarkan aku. Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu padamu. Yang menggantikan pakaimu itu noona ku. Setelah beberapa saat kau tidur noona ku pulang. Dan dia melihatmu dengan pakaian barbie itu. Noonaku menyuruhku menggendongmu kekamarnya agar dia bisa mengganti bajumu dan membersihkan make-up” jelas Kyuhyun tanpa henti.

”Aku tidak percaya” balas Hyunsoo masih sesugukan. Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal sampai rambutnya berantakan.

”Apa perlu aku telpon noonaku dan menyuruhnya menjelaskan padamu?” tanya Kyuhyun akhirnya. Hyunsoo hanya diam. Menundukkan kepalanya yang memerah sehabis menangis.

”Kau percaya padaku?” tanya Kyuhyun memastikan kediaman Hyunsoo. Hyunsoo hanya menunduk. Mereka sekarang seperti sepasang kekasih yang mencoba mempertahankan hubungan mereka.

”Hyunsoo” panggil Kyuhyun lagi. Hyunsoo mengangkat wajahnya lalu menatap Kyuhyun. Tiba-tiba Kyuhyun menarik tangan Hyunsoo mendekat padanya lalu mendorong punggung Hyunsoo agar wanita itu terjatuh didadanya.

Hyunsoo terkesiap, dia baru menyiapkan ancang-ancang untuk berteriak sebelum suara Kyuhyun menyelanya.

”Kau percaya padaku?” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Hyunsoo. Seketika wajah Hyunsoo memerah. Ini pertama kalinya seorang laki-laki memeluknya sepertinya ini lalu membisikkan sesuatu ditelinganya.

”Hyunsoo-ya” panggil Kyuhyun lagi. Hyunsoo yang salah tingkah langsung menganguk-angguk saja. Hyunsoo dapat mendengar Kyuhyun menghelah nafas panjang. Dan dia juga dapat merasakan pelukkan Kyuhyun semakin erat.

”Aku tidak mau kau berpandangan buruk padaku” ujar Kyuhyun pelan. Hyunsoo menelan ludahnya, jantungnya juga langsung berdetak kencang saat Kyuhyun mengatakannya.

”Mi-mianhae” ucap Hyunsoo terbata-bata. Kyuhyun menganguk lalu kembali mengeratkan pelukkannya. Hyunsoo hanya bisa pasrah akan hal itu. Dan jujur saja, Hyunsoo merasa nyaman dipelukkan Kyuhyun. Kehangatan dadanya membuat Hyunsoo berkali-kali menyurukkan wajahnya ke dada Kyuhyun.

”Ehem… ini perpustakaan bukan tempat pacaran!”

Tubuh Kyuhyun dan Hyunsoo tersentak. Dengan cepat melepaskan pelukkan mereka dan menoleh kesumber suara. Wajah Hyunsoo langsung memerah saat melihat Chaehyun berkacak pinggang tak jauh dari nya.

”Hah… kalian ini. Untung aku yang melihat kalian berpelukkan. Kalau sampai Tn.Lee yang melihatnya, aku yakin kalian langsung tewas ditangannya. Haha~”

”Chaehyun-a, berhenti tertawa!! Dan siapa yang kau bilang pacaran?!”

—–o—–

”Minji bilang dia ingin bertemu denganmu lagi” ujar Kyuhyun tiba-tiba. Hyunsoo dan Kyuhyun sedang berada disebuah kafe untuk makanan siang. Chaehyun tidak ikut karna dia membawa bekal.

”Mwo? Aku tidak mau jadi barbie lagi!” tolak Hyunsoo langsung.

”Bukan seperti itu. Minji ingin melihat wujud aslimu”

”Wujud asli? Memangnya aku setan?”

”Aku tidak bilang kalau kau setan”

”Aiya, aku mengalah saja denganmu” ucap Hyunsoo sebal. Kyuhyun tertawa lebar menatap wajah sebal Hyunsoo. Hyunsoo sedikit tersentak saat melihat tawa Kyuhyun.

”Wae?” tanya Kyuhyun membuyarkan lamunan Hyunsoo.

”Ani… hanya saja. Ehm.. kau mirip seseorang” ujar Hyunsoo ragu. Kyuhyun menatapnya penuh minat.

”Seseorang? Siapa?” tanya Kyuhyun. Hyunsoo mengetuk-ngetuk jarinya pada meja lalu memperhatikan cincin di jarinya.

”Kau mirip dengan teman masa kecilku. Yang memberi cincin ini” ujar Hyunsoo masih memandang cincin di jari manisnya. Sisi bibir Kyuhyun tertarik.

”Benarkah?”

”Iya. Mata, hidung, dan wajah kalian hampir mirip. Tapi temanku itu memiliki pipi yang tembam, tidak cekung sepertimu”

”Itukan sewaktu kecil dia banyak makan. Saat dewasa, bisa saja dia seperti aku. Badan profosional dan wajah tampan” ujar Kyuhyun sambil tertawa. Hyunsoo menatap wajah Kyuhyun jengkel.

”Kau itu kekurusan, bukan profosional. Dasar kelewat narsis!” seru Hyunsoo lalu ikut tertawa.

”Hmm… Hyunsoo-ya” panggil Kyuhyun tiba-tiba.

”Ne?” balas Hyunsoo santai.

”Hari ini… kau pulang jam berapa?”

Tubuh Hyunsoo langsung menegang. Kyuhyun terlihat salah tingkah. Hyunsoo baru akan membuka mulutnya sebelum Kyuhyun mencela.

”Perpustakaan tutup jam lima kan? Pasti kau akan menyuruhku berpikir sendiri jam berapa kau pulang. Iya, kan? Haha~”

Hyunsoo langsung terdiam memandang Kyuhyun yang tertawa terpaksa lalu menghelah nafas.

”Aku pulang jam empat” ujar Hyunsoo tanpa memperdulikan Kyuhyun yang masih tertawa. Tapi seketika Kyuhyun menghentikan tawanya dan memastikan apa yang dia dengar.

”Kau bilang apa tadi?”

”Aku bilang, hari ini aku pulang jam empat”

Kyuhyun agak sedikit kaget. Tapi lama-kelamaan wajah Kyuhyun yang semula berkerut, berubah jadi cerah. Dia menahan senyumnya dan menganguk.

—–o—–

Hyunsoo melangkah keluar gedung perpustakaan. Baru satu langkah dia meminjakkan kakinya dijalan raya. Tiba-tiba sebuah motor sport berhenti didepannya. Hyunsoo mendongakkan wajahnya lalu menatap pengemudi motor itu.

”Hai,” sapa Kyuhyun.

”Hai.” Hyunsoo balik sapa.

”Kau sudah pulang?” tanya Kyuhyun, Hyunsoo pun menganguk pelan.

”Kalau begitu cepat naik” ujarnya sembari menunjuk jok penumpangnya.

”Apa maksudmu dengan kata ‘naik’?” tanya Hyunsoo sok polos. Padahal dia sudah mengerti maksud Kyuhyun.

”Kau sudah pulangkan? Kalau begitu cepat naik. Aku tidak suka berlama-lama”

”Tapikan aku pulang naik bis”

”Aish…”

Masih dalam posisi duduk di motornya, Kyuhyun menarik tangan Hyunsoo paksa. Laki-laki itu menepuk jok penumpangnya.

”Naiklah!”

Hyunsoo mendengus pelan, tapi saat Kyuhyun mengalihkan pandangannya Hyunsoo langsung tersenyum senang.

—-o—-

”Besok kau ada acara?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Mereka sudah berada didepan kost-an Hyunsoo.

”Besok? Tidak ada” jawab Hyunsoo santai.

”Yasudah, besok aku jemput jam sepuluh disini”

”Ah? Memangnya mau kemana?” tanya Hyunsoo kaget. Kyuhyun tersenyum lalu turun dari motornya. Laki-laki itu berdiri didepan Hyunsoo, tangannya terangkat dan mengacak-acak rambut Hyunsoo lembut.

”Kita ketaman bermain” ujar Kyuhyun masih mengaca-acak rambut Hyunsoo. Hyunsoo langsung salah tingkah, wajahnya memerah sangat.

”Kau mau?” tanya Kyuhyun lagi. Hyunsoo cepat tersadar dan menganguk.

Kyuhyun kembali tersenyum. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunsoo lalu mengecup dahi wanita itu. Hyunsoo kembali tersentak. Wajahnya benar-benar seperti udang rebus sekarang.

”Aku pulang dulu. Dan jangan lupa besok jam sepuluh” ujar Kyuhyun sembari menaiki motornya dan langsung melongos begitu saja.

Hyunsoo masih terdiam. Tidak percaya apa yang dilakukan Kyuhyun tadi. Tapi setelah beberapa detik dia mulai berteriak.

”Kyaaa umma~ apa yang dilakukan Kyuhyun tadi. Hoaaa, wajahku jadi panas begini. Aku malu sekali!!”

Hyunsoo melangkah masuk ke kost-annya. Dia langsung berbaring ditempat tidur. Pikirannya terus melantur saat Kyuhyun mencium dahinya.

”Ahh…!! Aku bisa gila. Rasanya aneh sekali. Menyenangkan??? Kenapa aku tidak langsung menghajarnya tadi? Arrgg!!”

Hyunsoo melirik jaket Kyuhyun yang sampai sekarang belum dikembalikannya. Wanita itu meraih jaket itu, dia bisa mencium aroma tubuh laki-laki itu dijaketnya. Entah kenapa wajah Hyunsoo kembali memerah.

”Kyuhyun orang yang baik” guman Hyunsoo. Dia tersenyum seperti orang gila. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada cincin dijari manisnya. Seketika jaket Kyuhyun yang berada ditangannya terlepas.

”Aish… apa yang aku pikirkan! Astaga. Maafkan aku Gyu, aku tidak akan mengkhianatimu. Aku terus menunggumu”

——o——

Jam sepuluh pagi. Hyunsoo sudah berdiri didepan pagar kost-annya menunggu Kyuhyun.

”Awas saja kalau dia sampai mengerjaiku” guman Hyunsoo.

Brum…brum..

Hyunsoo mendengar rauangan motor yang khas. Dia menoleh kesumber suara lalu berdecak pelan saat motor itu berhenti didepannya.

Kyuhyun menaikkan kaca helmnya lalu tersenyum.

”Hai,” sapanya singkat. Hyunsoo membuang mukanya.

”Wae?”

”Wae?? Hanya itu yang bisa keluar dari mulutmu?” oceh Hyunsoo tak jelas. Kyuhyun mengerjapkan matanya tak mengerti.

”Kau tidak usah sok innocent. Kau menciumku sembarangan kemarin. Dasar kurang ajar!”

Hyunsoo mencubit lengan Kyuhyun kuat. Kyuhyun meringis, tapi tidak lama kemudian laki-laki itu tertawa.

”Kenapa kau baru marah sekarang? Bukannya semalam kau bisa memarahiku langsung. Atau kau langsung konslet setelah aku cium ya” goda Kyuhyun. Hyunsoo langsung cemberut dan memukuli lengan Kyuhyun.

”Diam kau! Sudah aku tidak jadi ikut saja”

Hyunsoo membalik tubuhnya hendak masuk kedalam kost-annya. Kyuhyun  buru-buru turun dari motornya dan mencegah tangan Hyunsoo.

”Kau ini. Kau sudah siap-siap, dan aku sudah susah payah menjemputmu. Masak tidak jadi pergi” sungut Kyuhyun. Dia menarik tangan Hyunsoo sampai kedepan motornya.

”Naiklah. Kalau semakin siang, taman bermain akan semakin ramai” ujarnya lalu menaiki motornya duluan. Hyunsoo hanya diam.

”Apa lagi?” tanya Kyuhyun kesal.

”Kenapa kau pakai motor” ujar Hyunsoo sambil menunjuk kesal motor Kyuhyun.

”Memangnya mau pakai apa lagi?”

”Kau kan punya mobil!”

”Aish… memangnya kenapa kalau pakai motor?”

”Hari inikan panas, Kyuhyun-sshi”

”Sudahlah cepat naik. Kau kan bisa berlindung di punggungku” ucap Kyuhyun akhirnya. Hyunsoo mendengus pelan lalu menaiki motor Kyuhyun.

”Lagi pula, dengan motor kita jauh lebih mesra kan?” ujar Kyuhyun yang langsung membuat Hyunsoo kaget.
Hyunsoo memukul punggung Kyuhyun kesal.

”Apa maksudmu mesra?!”

”Aigoo kau ini. Aku kan hanya bercanda. Yasudah, cepat pegangan. Nanti jatuh”

Hyunsoo mendesah pelan lalu melingkarkan lengannya di pinggang Kyuhyun. Setelah itu Kyuhyun langsung memacu motornya dengan kecepatan sedang. Karna dia trauma akibat Hyunsoo. Semalam pinggangnya habis dicubiti Hyunsoo karna mengendarai motor terlalu cepat.

—–o—-

”Kau mau main apa?” tanya Kyuhyun. Mereka sudah sampai di taman bermain dan sudah membeli tiket.

”Hmm… main apa ya. Aku sudah lama tidak kesini” ujar Hyunsoo sambil melihat wahana-wahana disekitarnya.

”Bagaimana kalau itu” Kyuhyun menunjuk sebuah kincir yang diputar-putar. Hyunsoo bergidik melihatnya.

”Kau… yakin?” tanya Hyunsoo tak pasti.

”Kenapa memangnya?”

”Ti-tidak apa-apa”

”Yasudah, kita naik!”

Kyuhyun langsung menyeret tangan Hyunsoo menuju antrian wahana itu. Hyunsoo hanya bisa merengek dalam hati.

Beberapa menit kemudian.

”Hueeek, rasanya aku mau muntah” ujar Hyunsoo setelah turun dari wahana itu. Hyunsoo yang sedikit limbung langsung dipegangi oleh Kyuhyun.

”Mianhae… kita naik yang lebih tenang saja” ujar Kyuhyun masih memegangi Hyunsoo. Hyunsoo hanya menganguk sebisanya.

Kyuhyun menggenggam tangan Hyunsoo dan berjalan menuju wahana lain.

”Bagaimana kalau naik perahu bebek saja? Angin sejuk bisa memulihkan mual-mualmu” tawar Kyuhyun sambil menunjuk kolam yang penuh dengan perahu bebek.

Hyunsoo yang masih sempoyongan hanya mengangguk-angguk saja. Mereka berjalan menuju kolam. Setelah memilih perahunya, Hyunsoo dan Kyuhyun langsung menaiki perahunya.

”Hati-hati” guman Kyuhyun saat membantu Hyunsoo menaiki perahu.

Mereka sudah didalam perahu. Hyunsoo mulai asyik menggayuh pedal perahu bebeknya.

”Kyuhyun-sshi! Lebih cepat kayuhnya!” perintah Hyunsoo. Kyuhyun hanya menurut-nurut saja.

”Kenapa kau lambat sekali? Dasar lemah!” oceh Hyunsoo lagi. Kyuhyun menatap Hyunsoo jengkel lalu dengan tangan jahilnya. Kyuhyun menyipratkan air kolam ke wajah Hyunsoo.

”Yaaaa, Kyuhyun-sshi!!! Aku jadi basah!!”

”Haha~ kau cerewet sekali sih”

”Ya tapikan tidak usah menyiramku!”

Hyunsoo membalas cipratan oleh Kyuhyun. Dan terjadilah perang air di antara Kyuhyun dan Hyunsoo.

”Untung perahunya tadi tidak terbalik. Kalau sampai begitu, bisa basah kuyup kita!” ujar Hyunsoo saat mereka mencari wahana yang lain.

04.30 PM

”Ini sudah sangat sore, Kyu” ujar Hyunsoo saat mereka baru turun dari wahana rolles coaster.

”Iya, kita makan dulu. Nanti baru pulang, bagaimana?”

Hyunsoo menganguk. Mereka mulai berjalan keluar gerbang taman bermain. Kyuhyun menuntun Hyunsoo ke parkiran motornya.

”Pakai jaketku. Sore ini mulai banyak angin” ujar Kyuhyun sambil memasangkan jaketnya ke bahu Hyunsoo.

”Ohya, jaketmu waktu itu masih ada padaku. Setelah sampai rumah nanti ku kembalikan”

Kyuhyun menganguk lalu menaiki motornya di susul oleh Hyunsoo. Hyunsoo langsung melingkarkan lengannya di pinggang Kyuhyun dan menyandarkan wajahnya dipunggung laki-laki didepannya.

”Kau lelah eh?” tanya Kyuhyun saat dalam perjalanan. Kyuhyun merasakan Hyunsoo menganguk.

”Setelah makan, aku akan mengantar mu pulang” ujar Kyuhyun lalu sedikit mempercepat laju motornya.

———o——-

”Hyunsoo-ya, kita sudah sampai di kost-anmu” panggil Kyuhyun karna Hyunsoo tak kunjung turun dari motornya. Tangan wanita itu terus melingkar di pinggang Kyuhyun.

”Hyunsoo-ya?” panggil Kyuhyun lagi. Kyuhyun sedikit menepuk lengan Hyunsoo di pinggangnya. Hyunsoo mulai menggeliat.

”Kau tertidur?” tanya Kyuhyun.

”Hoaam, mianhae Kyuhyun-sshi. Angin malam membuatku benar-benar mengantuk”

”Untung kau tidak jatuh dijalan tadi!”

”Iya, maaf-maaf”

Hyunsoo turun dari motor Kyuhyun dengan sedikit sempoyongan. Kyuhyun ikut turun dan memegangi tangan Hyunsoo agar tidak jatuh

”Terima kasih kau sudah mengajak ku ke taman bermain Kyuhyun-sshi” ujar Hyunsoo sambil membungkuk.

Kyuhyun menganguk lalu mengusapkan telapak tangannya di puncak kepala Hyunsoo.

”Ne, aku juga senang kau mau menemaniku hari ini” ujar Kyuhyun. Laki-laki itu mencondongkan tubuhnya lalu mengecup pipi Hyunsoo.

Kyuhyun menjauhkan tubuhnya mencoba melihat reaksi Hyunsoo. Tapi Hyunsoo hanya diam.

”Kenapa kau tidak marah?” tanya Kyuhyun heran. ”Atau jangan-jangan kau senang kalau aku menciummu?” lanjutnya lagi dengan nada mengejek.

Hyunsoo mendengus pelan. ”Aku sedang malas. Marah-marahnya di tunda besok saja di perpustakaan”

”Aku tidak akan ke perpustakaan besok”

”Yasudah, besoknya lagi”

”Besoknya lagi aku juga tidak ke perpustakaan”

”Yasudah, aku tunggu sampai kau datang ke perpustakaan” ujar Hyunsoo dengan nada malas. Matanya tinggal 5 watt lagi.

”Aku tidak akan ke perpustakaan lagi, Hyunsoo-ya” balas Kyuhyun.

”Wae?”

”Karna besok aku akan pindah New York”

Hyunsoo melebarkan matanya yang hampir terpejam mendengar perkataan Kyuhyun.

”APA??!!” teriaknya tanpa sadar.

”Aku akan pindah, Hyunsoo-ya” ulang Kyuhyun lagi. Hyunsoo menatapnya tidak percaya.

”Kenapa kau baru bilang sekarang?” tanya Hyunsoo sambil mengerucut bibirnya.

”Aku tidak sempat mengatakannya. Karna itu hari ini aku baru mengatakannya padamu”

”Ohh, jadi jalan-jalan hari ini adalah jalan-jalan perpisahan?”

”Bisa dibilang begitu”

Hyunsoo hanya bisa menunduk lesu. Kyuhyun tersenyum geli lalu dengan satu tangannya, laki-laki itu menyentuh pipi Hyunsoo.

”Sudah jangan sedih. Kita kan masih bisa telponan atau mengirim e-mail kan?” goda Kyuhyun. Hyunsoo tambah cemberut.

”Telpon ke luar negeri mahal!” ujar Hyunsoo sambil membuang mukanya.

Kyuhyun kembali tersenyum geli. Namun sedetik kemudian Kyuhyun menarik tangan Hyunsoo dan membawa Hyunsoo masuk kedalam pelukkannya.

”Kau marah denganku?” tanya Kyuhyun.

”Untuk apa marah denganmu!” balas Hyunsoo ketus. Kyuhyun tertawa kecil lalu mengeratkan pelukkanya. Hyunsoo tidak menolak sedikit pun.

”Sebenarnya, aku boleh saja tetap tinggal di korea. Asalkan….”

”Asalkan apa?”

”Asalkan aku membawa calon istriku ke hadapan orang tua ku”

Hyunsoo melepaskan pelukkan Kyuhyun lalu menatap laki-laki didepannya ragu.

”Ca-calon istri?” ulang Hyunsoo. Kyuhyun menganguk.

”Apa kau sudah menemukannya?” tanya Hyunsoo hati-hati. Kyuhyun lagi-lagi menganguk.

”Tapi, aku tidak berani mengatakannya pada dia”

Hyunsoo terdiam. Dia sedikit penasaran siapa yang Kyuhyun bilang calon istrinya. Tapi dia terlalu malas untuk bertanya, dia sudah terlanjut badmoon mendengar Kyuhyun dengan calon istri.

”Aiya, aku masuk dulu Kyuhyun-sshi” ujar Hyunsoo sembari membalik tubuhnya.

Hyunsoo menghelah nafas panjang lalu mengulur tangannya untuk membuka pintu pagar kost-annya. Namun tiba-tiba tangannya tecegat. Hyunsoo menoleh ke samping lalu menatap Kyuhyun disebelahnya.

”Wae?” tanya Hyunsoo.

”Aku ingin mengatakannya sekarang”

”Mengatakan apa?”

”Kau adalah calon istriku”

”MWO?!” teriak Hyunsoo kaget. Jantungnya terasa jatuh ketanah.

”Candaanmu benar-benar tidak lucu Kyuhyun-sshi!” sungut Hyunsoo mencoba menenangkan dirinya.

”Apa aku terlihat sedang bercanda sekarang?” balas Kyuhyun dingin. Hyunsoo langsung terdiam.

”Aku sudah mencoba mendekatimu selama beberapa hari ini. Dan aku rasa, kau juga memiliki perasaan yang sama denganku”

”Mwo? Percaya diri sekali kau!”

”Aku sudah melihatnya selama beberapa hari ini, Hyunsoo-ya”

”Kau gila. Cari saja calon istrimu yang lain!”

Hyunsoo membalik tubuhnya tapi lagi-lagi ditahan oleh Kyuhyun.

”Kenapa? Apa aku kurang baik denganmu?” ujar Kyuhyun sedikit memaksa.

”Kau sangat baik padaku, Kyu. Tapi maaf, aku sudah punya calon suami ku sendiri”

”Siapa?” tanya Kyuhyun dengan nada bicara sedikit meninggi.

”Kau tidak akan tahu kalau aku menceritakannya!”

”Aku tidak peduli. Siapa dia? Aku akan menemuinya agar dia merelakanmu jadi milikku” paksa Kyuhyun. Hyunsoo menghelah nafas.

”Baik, dia teman masa kecil ku. Namanya Gyu, kalau kau bisa temui dia dan bawa dia ke hadapanku. Katakan padanya bahkan kau ingin memiliki ku!” teriak Hyunsoo penuh emosi. Kyuhyun sejenak terdiam. Kaget dan lega secara bersama menjalar ketubuhnya.

Kaget karna orang yang dimaksud Hyunsoo adalah dirinya sendiri, lega karna Hyunsoo masih memilihnya.

”Kenapa kau diam Kyuhyun-sshi? Kau tidak sanggupkan? Sudahlah, lebih baik cari calon istrimu yang lain saja”

Hyunsoo masuk begitu saja ke dalam kost-annya. Sedangkan Kyuhyun masih terdiam. Tiba-tiba sebuah pemikiran aneh muncul di otaknya.

”Tenang saja Hyunsoo-ya, aku akan membawakan Gyu itu ke hadapanmu”

——-o——

Hyunsoo menyusun buku-buku di rak perpustakaan dengan hati jengkel. Pikirannya masih melayang ke kejadian semalam. Saat Kyuhyun melamarnya.

”Lamaran gila!” umpat Hyunsoo.

Hyunsoo terus menyusun buku-buku ditangannya sampai semuanya habis. Hyunsoo kembali ke meja informasi lalu duduk menopang dagunya.

”Rasanya sedikit menyesal menolak lamaran Kyuhyun. Karna ya, Kyuhyun memang sangat baiknya denganku” pikir Hyunsoo.

Hyunsoo melirik cincin di jari manis kirinya. Lalu menghelah nafas.

”Tapi mengingat wajah Gyu kecilku, aku jadi tidak tega. Pokoknya aku akan selalu menunggumu Gyu!!” teriak Hyunsoo dalam hatinya.

Pintu besar perpustakaan terbuka, Hyunsoo reflek menoleh. Tubuhnya langsung menegang melihat orang yang membuka pintu itu.

”Dia bilang akan pindah ke New York??” guman Hyunsoo.

Hyunsoo pura-pura tidak melihat Kyuhyun. Dia mengambil buku dan pura-pura menulis disana. Hyunsoo merasakan Kyuhyun sudah ada didepannya. Hyunsoo masih pura-pura menulis.

Tiba-tiba tangan Hyunsoo di tarik. Hyunsoo mendongak kasar lalu berteriak.

”Yak! Kau mau bawa aku kemana?! Lepaskan aku!!” teriak Hyunsoo. Kyuhyun tidak memperdulikannya dan tetap menarik Hyunsoo keluar gedung perpustakaan.

”Kau mau bawakan aku kemana?! Ini masih jam kerja tahu!!” jerit Hyunsoo lagi. Beberapa orang memperhatikan mereka heran.

”Tutup saja mulutmu!”

”Tapi aku kan masih ada jam kerja!!”

”Kau mau bertemu si Gyu itu atau tidak?” tanya Kyuhyun tanpa melirik Hyunsoo. Hyunsoo langsung terdiam dan tidak lama kemudian dia histeris.

”Kau menemukan Gyu? Teman masa kecilku itu??” tanya Hyunsoo tak percaya. Kyuhyun menganguk dan cepat mendorong Hyunsoo masuk kedalam mobilnya.

Hyunsoo tetap memasang tampang tak percaya saat dalam perjalanan. Dan sampai akhirnya Kyuhyun mengajak Hyunsoo turun dari mobilnya.

Mereka memasuki sebuah rumah. Didalamnya gelap dan hanya ada cahaya matahari masuk dari cela-cela gorden.

”Ini rumah siapa Kyuhyun-sshi? Kenapa kita masuk-masuk saja?” tanya Hyunsoo khawatir. Kyuhyun hanya diam dan mengajak Hyunsoo ke sebuah ruangan yang juga gelap.

”Kyuhyun-sshi, jangan main-main denganku. Kita tidak akan bertemu Gyu kan?!”

”Kita akan bertemu dengannya” ujar Kyuhyun santai.

Kyuhyun menekan tombol lampu di dinding. Ruangan seketika terang. Ada sebuah kaca besar yang terpotong jadi lima bagian. Kyuhyun menarik Hyunsoo kedepan kaca.

”Mana Gyu?” tanya Hyunsoo tidak sabaran. Kyuhyun berdiri di samping Hyunsoo sambil tersenyum lebar.

Laki-laki itu memegangi bahu Hyunsoo agar menatap lurus kedepan kaca.

”Kau lihat siapa yang ada dalam kaca itu?” tanya Kyuhyun masih dengan senyum lebar.

”Kau dan aku. Ayolah Kyuhyun-sshi, jangan main-main”

”Kau tidak lihat di kaca itu juga ada Gyu mu itu?”

”Hanya ada kita berdua, Cho Kyuhyun gila!” ucap Hyunsoo mulai kesal. Kyuhyun berdecak pelan lalu membawa Hyunsoo lebih dekat lagi kekaca.

”Kau tidak lihat? Gyu itu ada disampingmu. Lihat”

Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri yang berada dalam kaca. Hyunsoo mengerut dahinya tidak mengerti.

”Aish…. aku adalah Gyu itu, Hyunsoo” ujar Kyuhyun sambil memegangi bahu Hyunsoo menghadapnya. Hyunsoo mengerjapkan matanya berkali-kali lalu tertawa.

”Haha~ bagus kau mencoba menipuku, Kyuhyun-sshi?”

Hyunsoo melepaskan bahunya dari tangan Kyuhyun lalu berjalan keluar ruangan. Tapi Kyuhyun mencegatnya.

”Aku serius Hyunsoo. Aku Gyu mu itu. Aku teman masa kecilmu, aku yang memberikan cincin itu padamu, aku yang dulu berjanji akan menikahi mu saat kita dewasa”

”Lelucon macam apa ini? Aku tidak percaya!”

”Apa aku harus mengatakan semua kebiasanmu dulu agar kau percaya? Aku tahu semuanya tentang dirimu, Hyunsoo-ya. Aku tahu kau tidak suka kuning telur, aku tahu kau suka makanan laut tapi kau benci tentakel gurita, aku tahu kau suka susu stroberi. Sewaktu kecil kau mempunyai boneka beruang yang sangat kotor karna tidak pernah kau cuci, aku tahu kau punya luka jahitan di pahamu karna tergores besi tua di samping rumahmu. Aku tahu kau sering mengambil uang kecil didompet umma mu dulu untuk membeli permen!”

Hyunsoo langsung terdiam mendengar perkataan Kyuhyun. Semuanya benar. Bahkan rahasianya sering mengambil uang didompet ibunya Kyuhyun juga tahu.

”Da-dari mana kau tahu semuanya?” tanya Hyunsoo tak percaya.

”Sudah aku bilang, aku ini Gyu”

Hyunsoo menggeleng pelan. ”Nama kalian itu berbeda jauh!!” teriaknya emosi.

”Gyu dan Kyu apa bedanya? Aku tahu kau memanggil ku Gyu karna dulu diseragam sekolah ku tulisan namaku Cho Gyuhyeon, iyakan?”

Hyunsoo menganguk.

”Waktu itu orang yang membuatkan name tag ku yang mengubah namaku jadi seperti itu karna pelafalannya sama, Cho Kyuhyun”

Hyunsoo terdiam. Dia masih ragu dengan penjelasan Kyuhyun.

”Kau pernah bilang aku mirip dengan teman masa kecilmu kan? Apa kau tidak pernah berpikir bahwa aku ini Gyu?” tanya Kyuhyun sambil mengangkat wajah Hyunsoo yang tertunduk agar bisa menatapnya. Hyunsoo dengan ragu menggeleng pelan.

”Aku sudah berusaha menunjukkan padamu bahwa aku ini Gyu. Tapi kau tidak pernah sadar” jelas Kyuhyun lagi. Mata Hyunsoo mulai berkaca-kaca.

”Kau yang bodoh!! Kenapa kau tidak bilang saja padaku?! Kau itu sudah berubah drastis. Dulu kau agak buntal dan dulu badanmu jauh lebih pendek dariku!!” teriak Hyunsoo kesal. Air matanya mulai mengalir.

”Semua orang bisa berubah soal postur badan, Hyunsoo. Dan aku tidak memberi tahumu karna aku ingin kau menyadarinya sendiri” ujar Kyuhyun sambil menghapus air mata Hyunsoo.

”Tapi kau malah menyiksaku. Aku mencarimu kemana-mana” balas Hyunsoo dengan sesugukan.

”Aku tahu, justru itu aku menemuimu sekarang. Percayalah padaku dan ikutlah aku menghadap orang tuaku” ujar Kyuhyun sungguh-sungguh. Hyunsoo masih menatap Kyuhyun ragu.

”Kita sudah berjanji akan menikah saat kita dewasa kan?” tanya Kyuhyun lagi. Hyunsoo menganguk pelan.
”Maka dari itu kita harus menepati janji kita, Hyunsoo”
Hyunsoo mendongak menatap Kyuhyun. Dia menghapus air matanya lalu melingkarkan lengannya di pinggang Kyuhyun. Menumpahkan sisa air matanya ke baju Kyuhyun.

Kyuhyun yang awalnya terkejut beberapa detik kemudian membalas pelukkan Hyunsoo erat.

”Jadi, kau ikut aku hari ini ke New York untuk menghadap orang tuaku?” tanya Kyuhyun memastikan. Dia merasakan Hyunsoo menganguk pelan didadanya.

Kyuhyun pun tersenyum lalu mengecup puncak kepala Hyunsoo lembut.

”Tapi kau harus minta izin dulu dengan orang tuaku” ujar Hyunsoo sambil mengangkat wajahnya. Kyuhyun tersenyum lalu melepaskan pelukkan mereka.

”Baiklah, ayo kita kerumah orang tuamu!”

Kyuhyun langsung menarik tangan Hyunsoo. Mengajaknya  berlari menuju mobil yang terparkir didepan rumah itu. Masuk kedalam mobil dengan tergesa-gesa dan langsung menancap gas menuju rumah orang tua Hyunsoo.

–FIN–

iyeeeee, ni FF buat pemenang pertama quis kemarin, Hyunsoo unnie. Ni ff panjaaaaang banget 32 halaman. Hebat kan?

Buat Hyunsoo unnie Suka gak ffnya? Komen ya onn. Readers juga komen!

Tag:,

19 responses to “Because of You (SparKYU quis)”

  1. tsubayashi says :

    Uwwa. . Bagus banget. . .

  2. tomomikazuko13 says :

    wooo uda dipublish~ aku baca dulu yaah :))

  3. tomomikazuko13 says :

    tau ga si chae?aku uda komen panjang2 yang masuk cuma segitu komennya?-__-
    aku komen tiga paragraf lebih tadi ;A;
    sedi banget nih~ internetnya minta ditampol –__–
    gwenchana!
    aku ska ceritanyaaaa
    bikin senyum2 gaje, seandainya kyu beneran begitu dikehidupan nyata /nulis ulang kan jadinya/
    hahahaha

  4. yati says :

    ksian hyunsoo gajix d’potong…
    Ya hyunsoo tdk sdr klw kyu i2 tmn kecilx… Tp, untnglah akhirx kyu mmberithu pada hyunsoo bhwa dy adalh tmn masa kecilx…
    Ska ma ini ff…

  5. liejoker891219 says :

    nice ff..🙂
    eh., mw jg dong d lamar ma kyu.. #pletak *d jitak sparkyu* he..

  6. shaaaaw says :

    Wahahaha ff yg bagus🙂 ternyata hyunsoo d sini setia bgt ya hehehe

  7. kimbyen says :

    thor daebak… Ak sk bgt… Feelny dpt…thor daebak… Ak sk bgt… Feelny dpt…

  8. Minteukyuhyukheeluv says :

    HuwahhHh,,aq suka bgt ma critanx,,ada sequelnx gk,?
    Nice fanfic,,^^

  9. hana says :

    uwaaaa…JONGMAL DAEBAK nih ff
    keren bgt
    aq terharu gtu bacanya, Kyu baik bgt seeehhh
    hyunsoo jg setia bgt

  10. maorengkyu says :

    Wih ff nya panjaaaaaang
    Seneng deh kalo ada ff panjang panjang

    Gyu sama kyu apa bedanya
    Aduhhhhh
    Kan giuk bisa dibaca g bisa dibaca k
    Ckckckck nilai hangul si hyunsoo jelek kali yak
    Wakakakakak

  11. Rosa SparKyu : ) says :

    So sweet >.<

  12. misshae99 says :

    nice ff chingu ..🙂

    andaikan itu beneran …
    Jd gimana gituuhh (?)😄

    pokoknya chingu daebak deh !!😀

  13. icha says :

    nice ff….. feel na dpt…
    seandai na itu bneran….wooowwww \(^o^)/
    jdi gregetan…hehehehe… #lebay…

  14. IU says :

    so sweet……

  15. moveontime says :

    sweet bgt dah…..
    percaya ma cinta masa kecil n akhirnya happy ending..
    ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: